Skip to main content

Memulai Bisnis Baru dengan Bunda Lahfy; Jual Gamis Syar'i

Bismillahirrohmaanirrohim..

Dengan menyebut nama Allah, mengharap selalu ridhoNya, semoga aku selalu menjadi orang yang pandai bersyukur, Amiin..

Salah satu bisnis yang sejak dulu aku tekuni adalah berjualan / berdagang. Waktu kecil, aku sering membawa kue-kue tradisional dan es tung-tung ke Sekolahan dan kemudian aku jual kepada teman-teman. Waktu SMA juga sama, setiap hari senin, aku dibawakan Ibuku donat dengan jumlah yang lumayan banyak dengan tujuan untuk aku jual dan uangnya bisa buat nambah uang jajanku. Tak beda ketika aku kuliah di IAIN Walisongo Semarang, aku dan dua teman satu kost bekerja sama 'patungan' modal untuk kulakan baju, kaos muslim, dan jilbab lalu kemudian kami jual dengan cara door to door, mendatangi satu kost teman ke kost-kostan lainnya. Alhamdulillah hasilnya bisa untuk nambah-nambah uang jajan. hehehe


Entah sebenarnya aku berbakat atau tidak dalam hal berdagang ini, tapi aku yakin, dengan kita setia pada bisnis kita, pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau sekarang ini, aku menjadi seorang blogger, aku juga 'menjual' tulisanku kepada klien yang memang memintaku bekerjasama, semoga memang tulisanku ini memang kemedol dan bisa menjadi manfaat untuk pembaca. Amin..

Lalu, apa maksud dari postingan ini dengan Bunda Lahfy? Mau tau? hehe...
Oiya, semua pasti sudah kenal dunk yaa dengan Bunda Lahfy? Hayoo.. siapa yang gak kenal?? Hmm.. sungguh TERLALU! ckckckck

Jadi begini, setiap hari Alhamdulillah aku selalu menjalin silaturahim dengan Bunda, memang kami belum pernah ketemu di dunia nyata (semoga bisa secepatnya). namun Alhamdulillah kami saling cocok satu sama lain, hingga hubungan kami sudah selayaknya Bunda dengan anaknya, eciee.. (anaknya???!!).. Dari intensitas komunikasi yang kami jalin, kami seringkali sharing tentang apa saja, termasuk usaha, bisnis, resep masakan, dan masalah mengurus anak. Karena menurutku, Bunda sudah sangat pengalaman mengurus anak.. hihihihi..

Dari obrolan tersebut, aku menawarkan diri untuk bisa bekerjasama dengan Bunda, karena Bunda memang banyak koleksi gamis syar'i, singkat cerita kami sepakat untuk berjualan gamis syar'i.  Bunda yang kulakan gamisnya, dan aku yang memasarkannya.. Ya.. kami sama-sama berjuang bersama, modal komunikasi via BBM, Alhamdulillah kami bisa berkoordinasi dengan baik, tapi suka sebel sih kalau pas BBM error, yang lagi penting-pentingnya malah cuma 'centang' doank. Yaa... resiko ding ya...  hahahaha

Kami berdua sekarang JUAL GAMIS SYAR'I, InsyaAllah harganya murah, dan Kualitasnya baik. Doain saja semoga apa yang kami jalani sekarang bisa mendatangkan keberkahan rezeki kami dan anak-anak kami. Amiin..
salah satu gamis yang kami jual..
Oiya, kami Jualnya via online BBM (PINku 74BFEE37), mengingat jarakku dan Bunda yang jauh, aku di Semarang sedangkan Bunda di Jakarta. Sementara gamisnya tetep ada di Jakarta, jadi kalau ada yang beli yaa ada ongkos kirimnya dari Jakarta. Silakan kalau ada yang mau order, bisa langsung hubungi Bunda Lahfy dan aku. Dengan senang hati :)

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran