Skip to main content

Cerita Anak Kampus: IAIN Walisongo Semarang #1

Lama sekali nggak ngeblog karena alasan yang gak logik malah merugikan diri sendiri, huuft.. Tapi perang batin ini malah bikin pikiran nggak karuan karena ide nulis terus ada tapi dibiarkan numpuk di otak dan kini tumpah ruah di mana-mana. hahaha...

Tapi, aku selalu ada kok, tenang saja. Hehehe.. Tiba-tiba aku ingin menulis tentang kisah masa-masa dulu di Kampus, saat menjadi Mahasiswa S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Entah bisa runtut atau tidak, yang penting tulisan ini aku mengandalkan daya ingatku saja. hehhee.. InsyaAllah aku akan posting bersambung dengan judul awal "Cerita Anak Kampus". Untuk postingan pertama, aku beri judul IAIN Walisongo Semarang.


Tahun 2005 lalu, saat aku dinyatakan lulus dari MAN 2 Pekalongan, aku mengalami kecelakaan motor yang parah bahkan nyawaku nyaris melayang. Beruntung ada yang menolong dan langsung membawaku ke klinik terdekat. Akibat kecelakaan itu, aku menjadi cacat sementara, kaki tak bisa jalan sempurna karena tempurung lututku yang njepat membuatku susah berjalan. Butuh waktu yang lumayan lama untuk pemulihan. Aku sedih, jelas sedih melihat kenyataan, kondisiku yang seperti itu membuat aku pesimis, Ya! Cita-cita awal ingin melanjutkan kuliah di Kebidanan terpaksa pupus dan entah belum tau mau kuliah dimana, hingga semua waktu pendaftaran dari beberapa brosur yang ada ditangan sudah tutup. 

"Nggak mungkin aku bisa lulus tes di Kebidanan, kalau aku cacat" rasa pesimis dan putus asa memang sempat mengganggu pikiranku, karena memang cita-cita menjadi Bidan sudah sejak lama aku idam-idamkan. Namun, inilah hidup.. dengan kecelakaan ini, aku yakin Allah punya rencana lain yang memang terbaik untukku.

Senin malam, aku inget banget. Bapakku pulang setelah isya, sekitar jam 8 malam. Dengan penuh harapan dan menyemangatiku, bapak memperlihatkanku 2 lembar brosur bertuliskan IAIN Walisong Semarang. 

"Fit,kamu  kuliah di IAIN Walisongo Semarang, mau nggak?"
"IAIN, Pak?"
"Iya, kebetulan sudah ada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, kamu bisa masuk di sana dan ambil jurusan itu, biar nantinya jadi Guru Bahasa Inggris" bujuk bapakku.
"Kapan terakhir pendaftarannya, pak?"
"Besok rabu".

Aku langsung kaget, "apaa??? besok rabu, sedangkan ini kan senin malam, berarti tinggal besok dan lusa dunk ya?" Lalu bapak menjelaskan dan menerangkan apa saja yang harus disertakan saat mendaftar, dan karena belum punya foto, esok harinya (selasa) aku gunakan untuk foto dan menyiapkan segala persayaratan pendaftaran Mahasiswa Baru di IAIN Walisongo Semarang.

Hari rabu, hari ini aku berangkat ke Semarang dianter bapakku, dari rumah naik motor sampe ke terminal Pekalongan. setelah itu kami berdua naik bus ekonomi. Saat itu memang aku hanya manut saja sama bapak, yang penting kuliah, gitu thok yang dipikiranku. Masalah beda jurusan yang aku inginkan dari Kebidanan menjadi Guru, itu urusan belakangan. hehehe...

Sampai di Semarang di hari terakhir pendaftaran, aku mendaftar di Kampus satu IAIN Walisongo Semarang, mendaftarkan dan menyerahkan semua persyaratan, kemudian aku mendapat nomor untuk ujian masuk yang waktunya adalah hari senin minggu depan. Jelas, aku harus belajar untuk menghadapi ujian masuk ini. Kebetulan materi yang diujikan adalah Pengetahuan Umum, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Jadi, agak optimis juga dunk kalau aku bakal diterima di Kampus hijau ini.

Oiya, di hari di mana aku mendaftar ini, aku juga bertemu dengan salah satu mahasiswa di masjid Kampus saat aku selesai sholat dhuhur. Mahasiswa tersebut ternyata aktifis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Kita sempat ngobrol banyak hal di sana, ditemani bapakku, aku juga banyak tanya tentang kegiatan mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.

Lalu, apa saja sih yang aku obrolkan dengan satu mahasiswa yang bertemu denganku di masjid tersebut? InsyaAllah akan aku ceritakan di postingan berikutnya,.....

*******************bersambung*********************

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.