Skip to main content

Modernisasi XL di Jateng – DIY, Kini XL Semakin Jaya!

Di zaman yang serba modern ini menuntut manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat, untuk melakukan berbagai kegiatan dengan cepat dan efektif maka kita harus memiliki sarana pendukung yang canggih. Hal tersebut dibutuhkan untuk membuat kerja kita semakin efektif dan efesien. Salah satu sarana tersebut adalah alat komunikasi berupa HP, dengan HP yang canggih tentu akan memudahkan kita untuk melakukan komunikasi dengan patner kerja kita kapanpun dan dimanapun dalam situasi dan kondisi apapun juga.
 
Namun, modal HP cangggih tentulah belum mencukupi, karenanya juga harus didukung dengan perangkatnya yaitu kartu serta jaringan yang cangggih pula. Salah satu provider telekomunikasi yang bisa memberikan koneksi yang istimewa adalah XL. Sebagai salah satu pengguna kartu XL yang tinggal di Ibu kota Provinsi Jawa Tenggah  (Semarang) saya merasa senang ketika mendengar bahwa PT XL Axiata Tbk sedang melakukan modernisasi jaringan 2G maupun 3G di wilayah Yogyakarta dan juga Jawa Tengah.

Lebih senang lagi saat upacara tasyakuran penyelesaian proyek tersebut di hotel Gumaya Semarang saya berkesempatan hadir untuk mengikutinya sebagai perwakilan dari komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang. Keberhasilan XL dalam melakukan modernisasi jaringan di wilayah Jogja dan Jateng tentu merupakan salah satu prestasi yang sangat luar biasa, bukan hanya bagi perusahaan XL tetapi juga bagi konsumen penggguna kartu XL sendiri. Dengan semakin modern jaringan yang dibangun oleh XL itu artinya akan semakin baik pula service yang diberikan oleh PT XL Axiata tbk kepada para konsumennya. 

Sebagaimana mengutip pernyataan dari Vice President Project Management Officer XL Agus Simorangkir saat acara tasyakuran di hotel Gumaya Semarang pertengahan Desember yang lalu bahwa XL telah berhasil melakukan modernisasi 750 radio base station (RBS) 2G eksisting serta mengganti 1.080 RBS 3G lama dengan perangkat terbaru yang lebih besar kapasitasnya serta XL juga telah melakukan perbaikan desain, penggantian perangkat, dan optimalisasi jaringan. Itu artinya modernisasi jaringan yang dilakukan XL di wilayah Jateng dan DIY benar-benar maksimal.

Menurut data yang dipaparkan saat acara penutupan proyek moderniasi XL Jateng & DIY di Semarang,  jumlah pelanggan dan pengguna XL di seluruh area Jawa Tengah dan DI Yogyakarta lebih dari empat juta dengan jangkauan pelayanan hingga ke kecamatan. Artinya bahwa XL benar-benar sudah diterima oleh masyarakat Jateng dan Jogja. Apalagi dengan hadirnya modernisasi jaringan tentu akan membuat pengguna XL semakin dimanjakan dengan mudahnya jaringan komunikasi.

Semakin modern jaringan yang dibangun oleh PT XL Axiata Tbk diharapkan akan semakin menambah para pengguna dan pelanggan XL di masa mendatang. Karena selama ini telah terbukti bahwa XL merupakan salah satu provider telekomunikasi yang benar-benar memberikan layanan terbaik bagi para konsumennya. Semoga XL semakin jaya!

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa