Skip to main content

Kurus atau Gemuk? yang Penting Sehat!

Sudah lama aku tidak pulang ke kampung halaman, Desa Kesesi. Rasanya kangen banget dan sudah membayangkan bila nanti sesampainya di rumah aku pengen beli urab dan keong di warungnya Mbak Sanah. Benar adanya, kemaren aku pulang bareng Ibuku yang sudah selesai acara PLPG di Semarang. Karena dijemput Omku naik mobil, ya sudah aku ikut aja, toh mumpung gratis. :D

Sesampainya di rumah menjelang waktu magrib, jadi aku langsung fokus ke Noofa, mandi, makan lalu istirahat. Ibu yang kecapean setelah PLPG selama 10 hari pun memilih untuk langsung tidur setelah selesai sholat isya. Sabtu malam yang sepi, terlebih ada pengumuman orang meninggal di Mushola dukuh sebelah. Takut!

Hari minggu pagi udaranya sangat sejuk, tak lama kemudian sinar mentari pagi menghangatkan tubuh kami yang sengaja berjemur di teras rumah. Simbah, adikku, Noofa dan aku. Sembari ngobrol tentang kuliahku di Semarang. Ditengah asyiknya ngobrol sambil berjemur, ada tetanggaku yang mendekat dan bilang kalo aku sekarang langsing, entah langsing yang gimana yang dia maksud, mungkin sekarang aku terlihat kurus dibanding setahun yang lalu pasca melahirkan, tetanggaku itu bilang kalau badanku seperti dulu saat belum menikah. Ohya??? Dengan sedikit rasa GR, aku pun bertanya kepada simbahku. Apa benar aku sekarang langsing, atau memang sangat terlihat kurus? Simbahku menjawab dengan bahasa khasnya, katanya aku kalau pulang dari Semarang memang kurus, kalau sudah di Kesesi walaupun cuma seminggu, pipiku langsung terlihat gembil dan gemuk. Simbah juga menambahkan, kalau di Semarang jadi kurus karena capek ngurus Noofa sendirian, tapi kalo di rumah kan banyak orang, ada adik, Ibu, bulik, dan simbah yang bisa untuk gantian menjaga Noofa, di rumah juga kalau makan tinggal makan saja karena sudah ada yang masakin, tidak seperti di Semarang yang mikir mau makan apa, kalau banyak waktunya ya bisa masak, kalau nggak ada yang beli makanan.

Memang betul seperti itu, tapi aku sendiri tidak begitu melihat perbedaan antara aku gemuk, langsing atau bahkan kurus. Karena Berat Badanku masih standar-standar saja diangka 45Kg. Menurutku itu pas tidak gemuk tidak kurus mengingat Tinggi Badanku yang hanya mentok diangka 154cm. Tapi kalau di rumah memang suasanya berbeda dengan di Semarang, di rumah lebih nyaman, tenang, dan tentram karena berdekatan dengan orangtua. Berbeda dengan di Semarang yang udaranya panas dan sepi, hidup di perumahan yang notabena pekerja semua, banyak pikiran dan lain-lain.

Bersyukur saja, gemuk atau kurus asalkan sehat jasmani dan rohani, itu yang terpenting. Hidup di Semarang cuma bertiga, 24 jam dengan Noofa dan  kurang lebih 9 jam dalam sehari semalam dengan Aby itu membahagiakan, walau tidak sebahagia bila berkumpul dengan keluarga di Kesesi. Kurus sehat Alhamdulillah, gemuk sehat juga Alhamdulillah. :D

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips