Skip to main content

Seandainya Saya Tidak Ngeblog



Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Saya mulai mengenal internet pada tahun 2005, yaitu awal dimana saya mulai mengenyam pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN walisongo Semarang. Dulu saya gaptek bahkan bingung bagaimana cara bermain internet. Masih terekam kuat sekali dalam ingatan saat pertama kalinya saya menggunakan jatah internet gratis dari kampus yang sudah include dalam pembayaran saat registrasi. Saat itu setiap mahasiswa berhak mendapat jatah 15 jam/semester, namun sayang karena masih gagap teknologi kesempatan tersebut terbuang sia-sia karena saya benar-benar merasa kesulitan dalam bermain internet. 

Padahal sebenarnya saya sudah bisa mengoperasikan komputer sejak duduk di bangku SMP, akan tetapi saat itu saya belum mengerti bagaimana bermain internetan. Maklum karena zaman aku masih SMP yang namanya internet belum meluas seperti sekarang. Saat itu juga saya belum begitu tahu apa manfaat menggunakan internet. Makanya saya menggunakan komputer hanya untuk mengetik bila ada tugas atau untuk ngegame kalo pas lagi bosen.
 
gambar pinjem dari SINI
Jadi orang Kuper

Seandainya Saya Tidak Ngeblog, pasti saya akan menjadi orang paling kuper sedunia. Dulu, saya mengenal dunia perblogingan pada tahun 2008 saat ada Mata Kuliah tentang Pengenalan dunia Internet. Tugas akhir Mata Kuliah itu adalah membuat akun blog. Tetapi saat itu saya belum mengerti bagaimana aktifitas yang harus dijalankan oleh seorang blogger, yang saya tahu hanya definisi dasarnya saja. Tapi setelah benar-benar terjun di dunia perblogingan pada tahun 2010 saya menjadi tahu apa itu tugas dari seorang blogger. Ya, salah satunya adalah member informasi lewat tulisan di dunia maya. saya pribadi suka mengandalkan mbah google bila mencari informasi yang tidak saya dapatkan dari buku. Nah, bila tidak ada blogger? Bagaimana para pembaca bisa mendapatkan tambahan informasi selain dari buku? 

Hmm.. rasanya saya akan menjadi orang paling kuper sedunia seandainya saya tidak ngeblog. Karena dari ngeblog saya bisa mendapatkan banyak ilmu atau informasi tentang apapun, dari blogwalking saya juga bisa mendapatkan dan menjalin silaturahmi dengan teman sesama blogger, saling tukar informasi dan saling memotivasi satu sama lain karena kita semua sama-sama belajar. Yang terpenting adalah mengasah kemampuan untuk menulis dengan tulisan yang understandable untuk pembaca meskipun tulisannya masih belum sempurna.


Jadi orang yang kesepian

Seandainya Saya Tidak Ngeblog, mungkin saya akan kesepian. Sejak mengenal dunia maya, hari-hari saya seakan tidak bisa lepas dari akun social media. Saya yang selalu exis menjadi seperti orang kecanduan dumay (dunia maya) dan merasa kesepian bila tidak menengok akun-akunku didunia maya. Bayangkan saja, mempunyai banyak teman sesama blogger membuat hidup ini betul-betul indah. Menjalin persahabatan dengan sesama teman blogger di dunia maya tidak kalah dekat dengan menjalin persahabatan di dunia nyata. Itulah sebabnya saya akan kesepian bila tidak ngeblog.


Tidak merasa punya hutang

Seandainya Saya Tidak Ngeblog, saya tidak merasa punya hutang. Kenapa? Bagi saya ngeblog itu seperti hutang yang harus dibayar. Meskipun tidak setiap hari harus menulis, akan tetapi akan merasa bersalah bila saya tidak mengupdate postingan walau dengan frekuensi waktu seminggu sekali. Selain itu faktor lainnya adalah karena saya sudah menggunakan domain pribadi. Ibarat kata saya hutang domain, maka saya harus membayarnya dengan tulisan. Begitulah tanggungjawab saya sebagai blogger.

Ah, untuk saat ini saya tidak bisa membayangkan bila saya tidak ngeblog. Mungkin hari-hari saya akan terasa sangat membosankan, karena kurangnya pergaulan. Mungkin saya hanya akan menjadi ibu rumah tangga yang mengandalkan informasi dari mulut orang lain saja, saya hanya bisa menyimpan memori atau pengalaman saya di dalam otak saja yang sewaktu-waktu bisa hilang begitu saja bila tidak diabadikan dalam bentuk tulisan. Juga saya tidak akan merasa punya tantangan dalam hidup karena tidak merasa punya hutang postingan. 

Yang jelas menulis akan membuat saya semakin tahu, karena dengan menulis berarti kita telah memberikan manfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Karena bagaimanapun juga hasil tulisan kita merupakan sebuah karya yang patut untuk dihargai.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran