Skip to main content

PEREMPUAN DAN KEPEMIMPINAN

Membicarakan perempuan dengan segala seluk-beluknya rasanya tidak akan pernah selesai selama makhluk yang bernama perempuan tersebut masih eksis di dunia ini. Perempuan ibarat khazanah yang tidak akan habis untuk dikaji, baik itu dikaji masalah lahiriyah-nya maupun masalah yang berhubungan dengan batiniyah-nya. Semua yang ada dalam diri perempuan seakan menarik untuk diselami. Salah satu kajian yang hingga saat ini masih hangat dibicarakan adalah tentang kemampuan perempuan dalam memimpin.
Eksistensi perempuan sebagai seorang pemimpin hingga saat ini memang masih diragukan oleh berbagai pihak, terutama oleh laki-laki. Akan tetapi semua pandangan itu akan sirna jika kita mau jujur bahwa perempuan juga memiliki kemampuan untuk memimpin sedemikian baiknya, tak kalah dari pemimpin dari golongan laki-laki. Dan yang paling aktual tentu saja keterpilihan Aung San Suu Kyi menjadi anggota parlemen Myanmar melalui Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang ia pimpin. Suu Kyi juga merupakan pejuang demokrasi, karena keteguhannya untuk menciptakan kehidupan demokrasi di Myanmar itulah Aung San Suu Kyi dianugerahi Nobel Perdamaian  (Nobel Peace Prize) pada tahun 1991.

gambar dari sini
Aung San Suu Kyi merupakan salah satu ikon pejuang demokrasi internasional, dia adalah tokoh perlawanan atas segala penindasan yang terjadi di tanah airnya. Meskipun sempat menjadi tahanan politik selama dua dekade oleh rezim otoriter Junta, akan tetapi semangatnya untuk mewujudkan  kehidupan demokratis di negaranya tak pernah surut. Melalui partai NLD yang dipimpinnya, Suu Kyi terus menyuarakan tegaknya demokrasi di negara tersebut.
Disinilah sesungguhnya keistimewaan seorang Aung San Suu Kyi, meskipun sebagai seorang perempuan akan tetapi kemampuannya dalam memimpin tidak pernah diragukan oleh dunia internasional. Dengan sifat kesederhanaan dan kesahajaannya Suu Kyi berhasil menjadi seorang pejuang demokrasi sekaligus sebagai seorang pemimpin organisasi partai politik yang menjadi pemenang pada pemilu sela di Myanmar belum lama ini.
Satu hal yang patut untuk dijadikan teladan dari wanita tangguh ini adalah, bahwa dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Ia tetap menyadari bahwa dia tetaplah merupakan seorang ibu rumah tangga, seorang istri dan juga seorang ibu dari putra-putrinya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang perempuan sesungguhnya memiliki keunggulan meskipun sebagai pemimpin, namun di sisi lain kewajiban sebagai seorang perempuan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Termarginalisasi
Di Negara tercinta ini masalah kepemimpinan perempuan memang masih menjadi kontroversi. Banyak pihak masih beranggapan bahwa sosok perempuan belum cocok atau lebih tepatnya kurang pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Hal itu disebabkan karena budaya yang dianut oleh bangsa ini adalah budaya Jawa yang masih menempatkan perempuan dalam kasta nomor dua di bawah laki-laki. Perempuan masih dianggap sebagai makhluk kelas dua, yang eksistensinya lebih banyak berkutat pada persoalan rumah tangga.
Harus diakui jika perempuan Indonesia masih termarginalisasi dalam hal kepemimpinan. Kaum hawa di negeri ini belum sepenuhnya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin, baik itu pemimpin dalam rumah tangga, pemimpin organisasi sebuah perusahaan, pemimpin daerah atau bahkan menjadi pemimpin sebuah Negara. Kepemimpinan Megawati Soekarno Putri menjadi Presiden RI ke 5 sesungguhnya juga belum merepresentasikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Karena saat itu tampilnya putri Bung Karno sebagai orang nomor satu di negeri ini tak lain karena korban sistem, dimana sebagai wakil presiden dia harus menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang dilengserkan.
Munculnya nama-nama kepala daerah dari golongan perempuan seperti yang ada di Jawa Tengah, semisal Bupati Kendal (Widya Kandi), Bupati Karanganyar (Rina Iriani), Wakil Gubernur (Rustriningsih), maupun Gubernur Banten (Ratu Atut Chosiyah)  sesungguhnya merupakan sinyalemen bahwa kemampuan perempuan dalam memimpin rakyat patut untuk diperhitungkan. Jika sistem dan budaya bangsa mau ramah dan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menunjukkan kemampuan dalam memimpin, bukan tidak mungkin akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan yang berkualitas.
Salah satu faktor utama yang masih menghalangi kesempatan perempuan untuk menjadi pemimpin sesungguhnya bukan karena sosok perempuan yang tidak mampu untuk mengemban amanah kepemimpinan, melainkan karena faktor lamanya tonggak kepemimpinan yang dipegang dan dikendalikan oleh kaum laki-laki. Keadaan ini akhirnya melahirkan sebuah hegemoni pikiran di masyarakat bahwa kepemimpinan laki-laki adalah yang terbaik bila dibandingkan pemimpin perempuan.
Dalam hal ini faktor agama juga ikut bertanggungjawab atas larangan perempuan menjadi pemimpin. Dimana banyak ulama sering memberikan fatwa haram bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Hal itu didasarkan pada sebuah hadits yang berasal dari Abi Bakrah dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, Nasa'i dan Tirmidzi yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan bahagia suatu kaum yang mengangkat pemimpin mereka seorang perempuan". (HR Bukhari, Ahmad, Nasai dan Tirmidzi).
Dari sinilah sesungguhnya peran perempuan dalam ranah publik akan dijegal, karena mayoritas masyarakat Indonesia masih memegang kuat budaya serta mayoritas rakyat Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Padahal kalau mau jujur persoalan kepemimpinan bukan ditentukan oleh jenis kelamin, faktor budaya maupun agama. Akan tetapi lebih ditentukan oleh tingkat intelektualitas, kapabilitas serta faktor diterima atau tidaknya pemimpin tersebut oleh masyarakat yang dipimpinnya.  
Hal itu bisa dilihat pada bukti sejarah bagaimana Ratu Balqis memimpin kerajaan Saba, Khodijah dan Asiyah pernah menjadi pemimpin dimasa awal perkembangan Islam. Ratu Sima yang memimpin kerajaan Kalingga di Jawa Tengah era agama Hindu. Begitu juga masa Islam di Jawa Tengah pernah ada ratu Kalinyamat yang memimpin kerajaan di Jepara. Bahkan menurut sejarah Ratu Kalinyamat adalah seorang perempuan yang pernah menjadi Adipati Demak sekaligus penasehat bagi kerajaan Mataram.  
Semua itu menunjukkan bahwa perempuan sesungguhnya memiliki sejarah panjang kepimpinan yang sukses. Jadi menjadi suatu hal kontradiktif  jika saat ini hak dan kesempatan perempuan untuk menjadi seorang pemimpin masih dibatasi baik itu oleh budaya maupun sistem yang berlaku. Alangkah baiknya jika saat ini perempuan diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya untuk menjadi pemimpin.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum,
Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu (impacted teeth) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan. 
Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe.
Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu. 
Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,..
Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut?
Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewasa. Ada banyak tipikal gigi bungsu…