Harga Kambing Kurban di Pekalongan

Assalamu'alaikum, Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..

Lebaran Idul Adha sudah selesai, hari tasyrik pun sudah berlalu. Alhamdulillah kami semua bisa menikmati nikmat yang Allah berikan, bersyukur dan terus bersyukur.

Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Sejarah tentang kepatuhan dan ketaatan Nabi Ibrahim beserta Nabi Ismail. Di mana Nabi Ibrahim rela berkurban yang kemudian Nabi Ismail diganti dengan seekor domba yang besar. Di situlah kuasa Allah SWT.

Bila mampu, segeralah berkurban. Itu lah yang menjadi harapan setiap umat manusia. Maaf, saya menuliskan postingan ini bukan untuk riya. Akan tetapi hanya ingin memberikan informasi tentang apa yang sudah saya alami di tahun ini, tepatnya lebaran Idul Adha.


Sudah menjadi nadzar saya tahun lalu, saat melihat dan menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Ikhlas Semarang, saya nadzar disaksikan suami saya, bahwa TAHUN DEPAN SAYA AKAN BERKURBAN, mulai saat ini saya harus menabung. Suami pun mengamini apa yang saya nadzarkan itu. Saat pulang ke rumah, saya pun menyampaikan niatan saya untuk berkurban tahun depan dengan Ibu. Ibu pun mengamini. Rasanya senang sekali walau baru sebatas kata amin, tapi paling tidak, harapan saya seakan benar-benar pasti terkabul.

Menabunglah saya, ketika dapat uang saya tabungkan di bank BKK.  Perkiraan saya harus punya uang minimal 3 juta untuk membeli 1 kambing. Pokoknya saya kumpulin uang demi uang, demi bisa untuk membeli hewan kurban. Ibu saya pun demikian.

Dua bulan lalu, setelah Idul Fitri. Saya sudah mulai survey harga kambing di Semarang dan di Pekalongan. Harganya kisaran 2 jutaan. Masing-masing sesuai dengan berat si kambing. Yang namanya kurban, kepengennya membeli hewan yang paling baik, paling gemuk, paling sehat, dan lain-lain sesuai syarat sah hewan kurban.

Cari dalil sana sini. Intinya terkumpullah uang saya 3 juta lebih menjelang Idul Adha kemaren itu. Saya tadinya sudah booking kambing jantan yang sudah masuk syarat sah hewan kurban, harganya 3,2 juta di Kesesi, ditawar menjadi 3.150.000 rupiah. Kemudian saya cari yang lain, ada penjual kambing, tapi semuanya betina, pawakannya besar, harganya minta 2 juta. Saya tawar, ternyata bisa kurang hingga 1.750.000 .. Saya tawar karena saya berniat membeli 2 ekor kambing, satu untuk kurban saya, dan satu lagi untuk saya hadiahkan hewan kurban untuk suami. Pikir saya 3,5juta bisa dapat dua kambing, kenapa enggak? Hehe.

Akhirnya saya ambil yang kambing betina. Ibu saya ambil yang jantan. Jumlahnya 3 kambing. Alhamdulillah.  3kambing ini disembelih seusai sholat Ied. Jadi 110 bungkus. Dibagikan ke tetangga dan saudara, rata. Bahagia dan bersyukur sekali. Dan ada rasa ketagihan gitu ternyata. Semoga tahun depan bisa kembali berkurban. Syukur-syukur bisa beli sapi patungan dengan keluarga. Amin..

4 comments:

  1. semoga tahun depan saya bisa ikut kurban.
    entah kenapa tabungan buat kurban selalu terpakai sebelum waktunya.

    ReplyDelete
  2. Bisa jadi peluang usaha nih, ngambil kambing dari pekalongan terus di jual ke daerah lain yang di situ harga kambingnya lebih mahal... makasih infonya kaka.. (y)

    ReplyDelete
  3. semoga tahun depan bisa memberikan sumbangsih untuk kurban

    ReplyDelete
  4. Insya Allah tahun depan mau ikut kurban...semoga bisa terwujud.. aamiin

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)