Setelah Lebaran, Ngapain?

Setelah Lebaran, ngapain?
1 Syawal kemaren memang menjadi 1 Syawal yang unforgetable bagi keluarga kami. Bapak seminggu sebelum 1 Syawal opname. Pulangnya sore menjelang malam takbiran, meskipun bukan APS, tapi kondisi masih lemas. Namanya juga habis sakit, tentu masih butuh banyak waktu untuk bedrest.

Lebaran tahun ini juga menjadi lebaran yang lumayan sepi di keluarga kami. Biasanya, setiap lebaran keluarga besar kami kumpul, yang dari Bekasi, yang dari Jaktim, dan yang dari Karawang pada pulang. Lain dengan lebaran tahun ini. Mungkin karena sudah banyak yang berkeluarga, jadi digilir jatah lebarannya, kebetulan secara bersamaan jatah lebaran mereka di sana, bukan di Pekalongan. Sama seperti saya setiap tahun tempat lebarannya beda-beda. Setelah berkeluarga, lebaran tahun lalu di Blora, dan tahun ini di Kesesi Pekalongan.


Namun, meskipun begitu, kami tetap intens berkomunikasi walaupun via telepon. Ibu saya sebagai adik, telepon kakak-kakaknya yang jauh di sana. Jujur, sebenarnya saya punya rasa yang gimana gitu yaa, apa mereka tidak pulang lantaran ibu / bapak (simbah yayi dan simbah kakung) sudah tiada? Ah entahlah, yang saya pengen sih, walaupun simbah sudah nggak ada, tetapi harapannya lebaran tetap bisa berkumpul.


Hari H lebaran di desa Kesesi seperti lebaran pada umumnya. Setelah sholat Ied berjama'ah di Mushola atau di Masjid, warga desa keliling bersalam-salaman, mendatangi satu persatu rumah tetangga. Namun di keluarga kami setelah sholat ied, kami sarapan bersama, diskusi kecil, dan sungkeman dengan bapak-ibu. Bapak juga memberikan sedikit ceramah, eh bukan ceramah yang gimana-gimana sih ya, tapi lebih ke nasihat dan keinginan bapak. Bila anak ada keinginan juga welcome untuk diutarakan. Intinya kekeluargaan banget. Setelah sungkeman, baru deh ke makam untuk ziarah kubur keluarga dan kerabat yang sudah mendahului kita. Setelah itu barulah silaturahim ke tetangga-tetangga.

Seharian itu diisi dengan silaturahim ke saudara-saudara yang rumahnya dekat, dapat dijangkau dengan waktu maksimal 30 menit.

Setelah lebaran, saya menyebutnya tanggal 2 Syawal dan seterusnya. Keluarga besar kami sudah sejak 10 tahun mengadakan silaturahim halal bi halal keluarga besar Bani Mukhtar Murtini. Simbah Mukhtar adalah buyut saya dari keluarga bapak saya di Pemalang. Bila dijumlah, cucu cicit simbah Mukhtar sudah lebih dari 200 orang. Terang saja, banyak di antara kami yang tidak saling kenal, karena sebanyak itu. Dari simbah saya saja, sudah hampir 40 orang. Hehe..

Halal bihalal keluarga diadakan setelah lebaran, Tanggal 2 Syawal, 3 Syawal, dan 4 Syawal. Setiap tanggalnya beda keluarga. Namun yang paling berkesan adalah yang sudah berjalan 10 tahun. Malah halal bihalal tahun ini meriah sekali, bila biasanya halal bihalal pihak tuan rumah tidak menyediakan door prize, keluarga besar Mbah Mardhiyah sebagai tuan rumah menyediakan banyak door prize. Yang berhak dapat door prize adalah mereka yang datang sebelum jam 10 pagi. Haha.. Ini sih apes banget, karena jarak rumah kami yang paling jauh yaitu di Pekalongan, kami nulis absen jam 10.05 wib. Dan kami TIDAK bisa berkesempatan mendapatkan hadiah. Wkwkwk.. Bagus sih, tujuannya supaya kita bisa datang tepat waktu. Yang nggak tepat waktu yaa mohon maaf gitu... Hehe

Tapi, di sela-sela acara ada kuisnya, adik saya berani maju untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang dilontarkan juga seputar keluarga besar. Haha. Asli kalau nggak hapal bisa malu. Yang jadi pertanyaan itu seperti silsilah keluarga. Anaknya si A namanya siapa, simbahnya si B namanya siapa. Dan lain sebagainya. Intinya sih bagus juga, supaya kita saling kenal.

Soal jajanan lebaran, karena kondisi yang rada repot sebelum lebaran, kami nggak sempat bikin jajan sendiri. Kue lebaran dan teman-temannya kami beli semua di toko jajan. Kecuali rengginang yang dibawa langsung oleh suami dari Blora. Meskipun begitu, sudah Alhamdulillah sekali karena lebaran tahun ini kami semua bisa kumpul walaupun sepi, banyak saudara tidak pulang. Maksudnya bisa kumpul dengan bapak dan bisa berlebaran di rumah sendiri, bukan di rumah sakit. Semoga lebaran tahun depan kami semua bisa bersama-sama lagi. Amin..

Setelah lebaran, harapan saya bisa terus berbuat baik, bukan setelah lebaran dan setelah puasa malah merasa bebas dan merdeka. Melainkan kami bisa melanjutkan ibadah yang sudah dilakukan selama ramadhan. Ngajinya ditingkatkan, sholat sunahnya pun demikian. Amin amin amin..


Sekali lagi saya mengucapkan, selamat hari Raya Iedul fitri 1437 H. Taqobbalallahu minnaa wa minkum taqobbal yaa kariim. Mohon maaf lahir dan bathin.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)