Ngoreksi UAS

Tanggal 7 Januari 2015 kemaren adalah hari di mana UAS Mata Kuliah Bahasa Inggris dilaksanakan. Sebenarnya, dari tujuh kelas yang saya ampu, ada empat kelas yang sudah UAS secara mandiri, mereka saya beri tugas akhir untuk membuat video sesuai tema yang diselaraskan dari masing-masing jurusan. Bagi mahasiswa jurusan KPI, video yang mereka buat yaa tentang komunikasi, seperti halnya reporter yang sedang memberikan informasi tentang ini dan itu. Temanya saya yang tentukan. Ada tentang batik, sebagai ciri khas Kota Pekalongan, ada tentang kuliner, yang tak jauh juga dari unsur Sego Megono, dan tema lain yang memang berhubungan dengan Pekalongan.

Untuk mahasiswa jurusan BKI, temanya adalah permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh konselor. Yaa, mereka kan ambil jurusan BKI salah satu alasannya karena ingin jadi konselor, sehingga saya sengaja mencarikan tema UAS sebagaimana nantinya mereka aplikasikan saat mereka bekerja kelak. Contohnya salah satu tema yang saya ambil adalah tentang phobia. Di sini phobia bisa dengan makanan, hewan, juga ketinggian. Menurut mereka, konselor bisa menjadi sarana terapi bagi para penderita phobia. Dengan cara mengarahkan ke hal-hal positif, atau terapi-terapi yang lain. Jujur saja, saya sendiri masih bingung perbedaan tugasnya konselor, psikiater, dan psikolog.. Ya, sedikit paham, sih. cuma masih bingung kalau dalam satu kasus kemudian bagaimana ketiga profesi itu dalam menangani kasus tersebut...? *baca lagi dan bertanya lagi*


mabok koreksian! hiks
Nah, untuk jurusan BKI yang semester satu ini saya ikutkan jadwal dari akademik. Yaitu ujian tertulis, bukan membuat video. Ada tiga kelas yang harus saya koreksi jawabannya dalam waktu dekat ini. Ngoreksi UAS tertulis menurut saya lebih susah ketimbang ngoreksi UAS dengan video. Yaa, jelas mudah ngoreksi spoken ketimbang written.  Kalau video dan spoken kan bisa langsung kelihatan dari cara mereka ngomong, salah pronunciation, kreatifitas pembuatan video, mimik, ekspresi, kelancaran dalam conversation, sampai ke nilai estetika video tersebut. Sedangkan ngoreksi ujian tertulis, lebih ribet karena soal yang saya buat enggak semuanya multiple choices. hahaha.. Ya iya donk, harus ada essay-nya.. biar tau juga bagaimana kemampuan mhs dalam writing skill nya. :D

Tapi, ngoreksi wajib nggak sih?? enggak wajib, donk! Ngoreksi kan bukan sholat! *busyet sensi amat! wkwkwkwk... tapi mosok nggak dikoreksi? hihihi Nggak mungkin kan mau ngasih nilai asal-asalan? Bisa-bisa dicatat malaikat pencatat amal baik dan buruk kalau gitu, hihihi. Sebagai pengampu yang baik dan bertanggung jawab, harus bisa melaksanakan tugas dengan baik. Ngoreksi jangan dijadikan sesuatu yang berat! ini beneran lho ya, ngoreksi UAS atau ujian lainnya itu malah jadi hiburan tersendiri, karena kita pasti menemukan jawaban-jawaban unik yang membuat kita ketawa. Nggak percaya?? Sini.. bantuin saya ngoreksi! :P

BTW... kalau postingnya kepanjangan, saya nggak bisa ngoreksi duonk!.. So, doain aja biar Noofa enggak ngelilir malam ini, soale Umine mau lembur ngoreksi UAS. Biar nilai segera jadi dan bisa langsung diserahkan ke kampus. 

Oiya, bagi yang nunggu pengumuman pemenang giveaway #reviewGriyaLahfy, nantikan pengumumannya besok minggu, tanggal 11 Januari, yaaa :))

Happy Blogging!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)