Terapi Bekam (Al-Hijamah)

Sudah sejak tiga minggu yang lalu pasca ujian proposal thesis aku ngedrop, badan terasa kurang sehat karena kacapekan lemburan saat full time selama dua minggu sebelumnya mengerjakan proposal thesis. Kurangnya istirahat, makan yang tidak teratur, dan kecapekan membuat badanku ambruk seakan tidak punya tenaga lagi, *lebay :p

Setelah priksa ke dokter dan cek darah, ternyata benar hasil laboratorium menyatakan aku positip terserang virus penyakit thypus, so saran dokter aku di suruh opname supaya bisa mendapatkan perawatan yang maximal selama di rumah sakit, tapi jelas aku menolak dengan alasan Noofa masih butuh Asi, semisal aku harus opname, bagaimana nasib Noofa nanti? hiikz..
Dengan tekad plus nekad, aku pun hanya minta rawat jalan, dengan menebus resep dokter aku pun boleh rawat jalan dengan syarat aku harus banyak istirahat dan makan makanan yang lunak karena maag kronisnya dengan asyik goyang harlem shake di tubuhku, *halah :p

Karena merasa sudah lama tetapi tak kunjung pulih, aku pun meminta pada aby untuk mengantar aku berobat/ terapi ke Klinik langgananku, Klinik Bugar Al Firdaus, di Ngaliyan. Klinik ini memang diperkhususkan untuk pengobatan herbal dan dengan cara terapi-terapi seperti bekam, Chiropraktic, Accupressure, Iridologi, Refleksi dan Akupuntur. Aku pribadi sudah pernah terapi bekam lima kali waktu aku harus terapi penyembuhan sakit migrain. Terapi bekam di kepala adalah pengalaman yang tak terlupakan karena harus mencukur rambutku terlebih dahulu, hihihikz
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit menurut faham umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh. Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia sendiri dikenal dengan istilah kop atau cantuk. (Sumber Wikipedia)
Sepintas memang mengerikan, bikin ngiluu (kata Mimi RadiaL) karena kulitku di tusuk-tusuk dengan menggunakan jarum lalu di cupping pake cup rasanya darah ku di sedot gitu dech, tapi jujur aku nggak pernah ngerasa takut tuh, buktinya bekam menjadi terapi terfavoritku, dibandingkan akupuntur aku lebih suka bekam, karena hasilnya langsung terasa. Darah kotor yang keluar dari kulitku pun banyak lho.. kalau kata terapistnya, darah kotor yang paling banyak keluar dari titik kolesterol yang ada di punggungku. hihihi..
salah satu tissue untuk lap darah kotor
Sekitar sejaman lah aku di bekam oleh terapistnya, Alhamdulillah langsung terasa enteng banget badanku, masuk angin yang bikin berat kepala pun serasa hilang. Setelah terapi aku diberu minuman jahe hangat yang membuat badan makin terasa enak dan anget juga di perut. Biaya bekam di klinik itu Rp 75.000 untuk sekali terapi, kalau menurutku sih itu mahal dibanding bekam di tempat lain, yaa maklum saja lah kan tempat terapi bekam di Ngaliyan cuma ada satu thok di Klinik Firdaus itu, xixi


Bekas cupping nya masih membekas lho di leher dan punggungku, merah kehitaman dan bintik-bintik bekas tusukan jarumnya kelihatan jelas. Rasanya sih gatel banget tapi ndak boleh digaruk, biasanya dikasih minyak zaitun biar agak adem maknyess.. 
Syukur Alhamdulillah meskipun masih agak lemas, tapi sudah mendingan ketimbang kemaren, sekarang juga sudah doyan makan lagi karena rasa mualnya berangsur hilang :)
Kalo kamu, apakah pernah dibekam juga?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)