ORANG TUA TELADAN ANAK

Baik dan buruknya sifat serta perilaku anak sangat tergantung pada bagaimana orangtuanya mendidik dan membesarkannya. Sehingga sangat tepat jika seorang Jhon Locke mengatakan melalui teori tabularasa bahwa anak yang baru dilahirkan itu dapat diumpamakan sebagai kertas putih yang belum ditulisi (a sheet of white paper avoid of all characters). Dari sini bisa dikatakan bahwa sesungguhnya seorang anak sejak lahir tidak mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa. Anak dapat dibentuk sekehendak para pendidiknya, terutama oleh orang tuanya. Kekuatan para pendidik, baik orang tua dan juga guru serta lingkungan sangat menentukan karena memiliki pengaruh kuat pada pembentukan kepribadian anak.

Tulisan Pakde Cholik tentang “Ucapan Orangtua Yang Melemahkan Semangat Anak” adalah gambaran bagaimana orang tua telah sedikit gagal dalam mendidik anaknya. Contoh ucapan yang kurang mendidik sebagaimana yang diceritakan dalam tulisan Pakde memiliki pengaruh kuat terhadap pembentukan karakter seorang anak. Bagaimanapun juga masa anak-anak adalah masa meniru dan masa mencari. “Jitu Axymu” seorang anak sebagaimana penjelasan Pakde sangat hafal betul akan sifat mamanya yang akan selalu memberikan kritikan atas apa yang telah diraih oleh Jitu Axymu meskipun itu sebuah pretasi sekalipun.

Apa yang dilakukan oleh Jitu Axymu merupakan sebuah ungkapan kejujuran seorang anak yang telah berusaha maksimal untuk meraih prestasi namun kurang dihargai oleh orang tuanya. Dalam hal ini mama Jitu Axymu kurang memiliki sifat respek terhadap usaha anaknya. Seharusnya orang tua lebih bijak dalam mendidik anak-anaknya, meskipun itu melalui tutur kata. Bagaimanapun juga kata-kata orang tua ibarat sebuah pedang tajam yang setiap saat bisa melukai hati anak jika salah dalam mengucapkannya.

Dalam hal ini, jika orang tua sering mengucapkan kata-kata yang melemahkan semangat anak, maka secara tidak langsung orang tua telah mendidik anaknya untuk menjadi seorang lemah. Sebaliknya orang tua yang sering memberikan semangat kepada anaknya, maka secara tidak langsung ia telah mendidik anak tersebut untuk menjadi seorang yang berprestasi dan sukses.

Orang tua sesungguhnya tidak memiliki banyak harapan kepada anak-anaknya untuk menjadi seseorang yang baik dan berbudi luhur hanya karena sudah menyekolahkan mereka di sekolah yang mahal dan favorit. Karena bukan hanya tempat belajar yang bisa menjadikan anak menjadi seorang yang memiliki prestasi yang baik dan budi pekerti luhur. Akan tetapi cara dan metode mendidiklah yang sangat berperan dalam keberhasilan mendidik seorang anak.

Pendidikan di lingkungan keluarga (rumah) merupakan sebuah pondasi dasar dalam pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Oleh sebab itulah peran orang tua terutama ibu sangat besar dalam mendidik dan mengarahkan anaknya untuk menjadi seorang memiliki kecerdasan intelektual dan emosional secara seimbang. Dan hal yang paling penting lagi agar anak memiliki moral yang baik. Semua itu bisa terwujud jika anak selalu mendapatkan pendidikan dan dorongan serta motivasi positif dari orang tua.

Seringkali orang tua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang sering diucapkan kepada anaknya justru dapat menjadikan mental anaknya menjadi melempem hanya dikarenakan kesalahan redaksi. Sebagai contoh Jitu Axymu yang sering mendapatkan pujian dari mamanya namun selalu dibarengi dengan sebuah kritikan. Apa yang dilakukan mamanya sebenarnya bagus yaitu berniat memberi motivasi sekaligus menasehati, namun karena kata-kata yang dipilih kurang pas sehingga menyebabkan anaknya seakan selalu disalahkan. Hal inilah yang bisa melemahkan semangat anak.

Oleh sebab itulah, diakhir tulisan ini saya berharap kepada seluruh orang tua dimanapun anda berada, marilah kita mendidik anak-anak kita sebaik mungkin baik dengan perkataan dan perbuatan karena kita adalah teladan terbaik bagi mereka. Ada kata bijak yang mengatakan Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri, dan jika anak hidup dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri. Orang tua teladan adalah mereka yang selalu bisa bersikap sebagai Ing ngarso sung tulodho (sebagai teladan), Ing madyo mangun karso (pembangkit semangat), Tut wuri handayani (pemberi dorongan dan motivasi).  


Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp Yang berjudul Ucapan Orangtua Yang Melemahkan Semangat Anak tanggal 18 juni 2012

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)