Skip to main content

Mengajarkan Anak untuk Berbagi

Sudah setengah semester terlewati, waktu berjalan begitu cepat. Semester ini adalah semester kedua Noofa bersekolah di Paud Insan Robbani Kesesi Pekalongan. Melihat anak senang bersekolah menjadi salah satu hal yang membahagiakan bagi saya sebagai orangtuanya. Apalagi bila mendapat kabar baik mengenai perkembangan Noofa di sekolahan dari ustadzahnya, Ummi pasti sangat bersyukur sekali. Begitupun ketika saya mendapat laporan kalau Noofa kurang dalam satu hal atau kegiatan tertentu di sekolah, maka hal tersebut sering membuat saya sebagai uminya menjadi bersedih. Namun disisi lain, saya menyadari sebagai orangtua, bahwa si anak masih dalam fase perkembangan, tentu tidak semuanya bisa oke. Pasti ada yang kurang atau missed. Hal tersebut sangat wajar…

Seperti kemarin, Ustadzahnya menulis perkembangan Noofa di dalam buku kegiatan harian:
“Alhamdulillah Umi.. mbak Noofa sholatnya sudah oke, sudah khusyuk. Kalau mainan sudah oke, bareng-bareng teman, mau membereskan mainan kalau sudah selesai mainan, kalau bawa jajan juga mau berbagi dengan temannya, sudah mau mengantri menunggu giliran mandi, dan berbagi sabun mandi dengan teman-temannya”
Membaca tulian ustadzah seperti itu tentu hati saya sangat lega, bagaimana tidak, ustadzahnya juga kalau ketemu pasti bilang Noofa sudah dewasa dari teman-teman, sudah oke sekali. Nggak nangis kecuali memang ada yang sakit karena jatuh atau terjepit pintu. Namanya juga anak-anak, suka lari-larian, kalau nggak hati-hati nanti bisa jatuh..

Berbagi mainan dengan temannya. Ini nih yang bikin saya seneng banget. Pertama kali Noofa masuk sekolah, ayunan saja rebutan, Noofa sering mengakui kalau ayunan dan mainan apa saja yang ada di lingkungan Paud Insan Robbani adalah milik Noofa. Hal iti saya anggap wajar karena Noofa masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, apalagi saat itu usia Noofa kurang lebih masih 2 tahun. Sekarang sudah makin besar, Noofa sudah tumbuh lebih baik dan lebih dewasa. Noofa sudah nggak rebutan mainan lagi sama tema-temannya, malah kata ustadzahnya Noofa sering mengalah dan menasehati temannya. Ahihihi.. lucu ya.. sayangnya orangtua tidak bisa melihat langsung tingkah lucu anak-anak di Paud. Hehe

Persoalan mengajarkan anak untuk berbagi memang tidak begitu mudah, juga tidak terlalu sulit. Anak hanya butuh diberi pengertian, diberi contoh dan teladan yang baik, serta yang paling penting anak tidak dipaksa. Bila orang tua tidak memberikan pengertian kepada anak, sudah pasti anak tidak mengerti bagaimana indahnya berbagi. Anak bisa belajar mengerti bagaimana indahnya berbagi juga karena melihat contoh nyata di lingkungannya. Oleh sebab itulah sebagai orangtua, saya sering mengajarkan anak berbagi, contoh paling sederhana adalah ketika saya sedang makan, saya menawarkan makanan yang saya makan kepada Noofa, saya juga menawarkan kepada bulek atau om Noofa. Hal itu saya lakukan dengan harapan Noofa mau berbagi ketika memiliki rezeki atau memiliki sesuatu.

Alhamdulilah teladan tentang indahnya berbagi bisa dipraktikkan langsung oleh Noofa, semisal ketika kemaren Noofa membawa sabun mandi baru. Ditaruh sabun tersebut di tas sekolahnya, dan dia bilang katanya mau mandi sama temen-temen pake sabun baru.

Sabun baru yang dimaksud Noofa adalah sabun lifebuoy Clini-shield 10 Concentrate Antibacterial Shower Gel. Ada 2 aroma pilihan yaitu Complete berwarna merah dan Fresh yang berwarna hijau. Keduanya dibawa Noofa. Dan benar saja waktu saya jemput Noofa pulang sekolah, Noofa sedang asyik sama temannya main sabun, katanya tebak-tebakan warna. Hihihi


Saya juga tidak khawatir sabun sabun lifebuoy Clini-shield 10 Concentrate Antibacterial Shower Gel cepat habis karena sabun ini berupa gel yang gak bikin boros. Cukup satu tetes bisa digunakan untuk seluruh tubuh. Harumnya juga wangi dan seger banget. Noofa suka banget. Apalagi saat ini Noofa lagi suka banget coret-coret tangan dan kaki pakai boardmarker, cuci tangan pake lifebuoy cepet bersihnya. Badan Noofa dan teman-temannya bisa terlindungi 10 kali lipat. Alhamdulillah.

Terima kasih yaa Allah, Engkau telah menganugerahkan anak yang pintar seperti Noofa. Terima kasih lifebuoy sudah menjadi teman mandi yang setia untuk Noofa. Kini Noofa sudah bisa berbagi dengan temannya, hal tersebut tentu sangat membanggakan karena “berbagi” merupakan salah satu karakter yang memang harus ditanamkan sejak dini kepada setiap anak. Berbagi itu indah, dan dengan berbagi kita akan mempunyai banyak teman. *______*

Oiya, Buat yang penasaran dan kebetulan tinggal di Jakarta atau Surabaya, bisa  membeli produk baru Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel Konsentrat ini di HappyFresh.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.