Skip to main content

Resep Cumi Goreng Crispy


Siapa yang suka makan cumi crispy? *ngacung*. Saya suka cumi yang digoreng crispy. Nggak hanya cumi-cumi saja sih yang bisa digoreng crispy. Karena kini sudah banyak sekali bahan dasar yang bisa dijadikan makanan goreng crispy. Seperti ayam, jeroan, tempe, tahun, jamur, cumi, sampai singkong pun bisa!.

Jadi ceritanya kemaren saya dan keluarga makan-makan di Rumah Makan Podo Moro Pantai Widuri Pemalang. Makan di sana dalam rangka diundang acara Tasyakuran sahabat Bapak yang baru saja beli mobil baru. Mobilnya dari Toyota, Rush terbaru, warnanya putih. *cleguk* jadi pengen mobil kaya gitu. Hihihi.. *amiiiin* 

Nah, di sana. Hampir semua orang memesan cumi goreng crispy. Rupanya pamor ayam goreng kalah dengan cumi. Hihihi.

Singkatnya setelah selesai makan, kami pun pulang. Ini sih, kebiasaan banget yak. Hehehe. Eh Tapi nggak langsung pulang, ding. Tepatnya mampir dulu ke TPA (Tempat Pelelangan Ikan) di Tanjung Sari pantai Widuri Pemalang. Kata bapak mumpung di Widuri sekalian beli gereh (read; ikan asin) buat persediaan di rumah dan blekutak (read; cumi).

“makan cumi di Podo Moro kurang puas, jadi beli cumi lagi buat dimasak di rumah”. Kata Bapak, yasudah saya manut aja. 

“Ntar kamu yang masak, ya, Fit!” tambah bapak lagi.

Saya hanya senyum sambil ngacungin jempol.


Sampai di rumah, saya istirahat sebentar. Ibu langsung nyuci cumi dan memotong-potongnya. Sebagian ditaruh di freezer. Sebagian dimasak biasa, sebagian lagi digoreng. Berhubung saya ditugasi bapak untuk masak cumi goreng crispy. Saya browsing dulu duonk, ya. Hahaha.. oke, well.. Ini dia resep dan cara masak cumi goreng crispy.


Bahan:

  • 500 gram cumi (sepiring). bersihkan dan potong sesuai selera, mau bentuk cincin atau korek api, silakan.
  • 2 buah jeruk nipis. peras airnya 1,5 sendok makan.
  • 1 butir telur ayam.
  • 1 sendok teh Merica bubuk
  • 1 sendok teh kaldu bubuk ayam
  • 150 gram tepung terigu
  • 1 sendok teh garam.
  • 1 sendok teh Jahe, haluskan atau diparut
  • 2 siung bawah putih, haluskan, atau diparut
  • Minyak goreng.
Cara Membuat Cumi Goreng Crispy
  1. Setelah cumi-cumi dipotong, rendamlah dengan air perasan jeruk nipis selama setengah jam. Diamkan dulu.
  2. Sambil menunggu, kita buat adonan lain di wadah lain. Campurkan tepung terigu, bawang putih dan kaldu ayam merica, jahe, garam. Aduk hingga merata.
  3. Lalu masukkan telur ayam ke dalam adonan, aduk kembali hingga rata. Pastikan adonannya tidak ada yang menggumpal, yes.
  4. Selanjutnya masukkan potongan cumi yang sudah direndam tadi ke dalam adonan, aduk hingga semua bagian cumi tertutup rata.
  5. Panaskan wajan di atas api sedang, lalu tuang minyak goreng yang banyak. Tunggu sampai minyaknya benar - benar panas.
  6. Goreng cumi sampai berwarna kecoklatan dan matang
  7. Angkat dan tiriskan. Sajikan cumi goreng dengan saus atau dengan sambel. Bisa juga dengan sambel mayo.
Diskusi kemaren dengan Bapak. Kalau harga satu porsi di RM Podo Moro 50.000 rupiah, mendingan beli cumi sendiri lalu goreng sendiri. Hihihi. Yaa jelas, bener banget! Lagi pula, kalau bisa masak sendiri kan itu kepuasan tersendiri. Sayangnya Noofa nggak begitu suka dengan cumi crispy. Dia lebih memilih ayam goreng crispy. Terbantahkan sudah, ayam goreng teryata sama pamornya dengan cumi goreng crispy. *okesip*

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran