Skip to main content

GERAKAN MELAWAN KORUPSI

Salah satu masalah paling serius yang melilit bangsa Indonesia adalah masalah korupsi. Korupsi di negeri ini sudah sangat menggurita dan membudaya. Ibarat kata pepatah “hilang satu tumbuh seribu” itulah gambaran korupsi yang terjadi saat ini. Bahkan Indonesia merupakan salah satu Negara terkorup se Asia-Pasifik, kenyataan tersebut jelas sangat memprihatinkan.
Untuk melepaskan stigma sebagai Negara terkorup, berbagai upaya memang telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya yaitu membuat lembaga khusus untuk menangani masalah korupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberadaan KPK pada awalnya cukup ditakuti oleh para koruptor. Namun sayang, KPK seakan menjadi satu-satunya lembaga yang masih murni berjuangan dan berperang untuk melawan korupsi.
Untuk itulah diperlukan kesadaran dari seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama (commond enemy). Tanpa adanya kesadaran tersebut maka penulis yakin korupsi akan sulit diberantas. Untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia bahwa korupsi adalah musuh bersama, maka pendidikan adalah sarana paling tepat untuk menanamkan semangat antikorupsi.
Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menerapkan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru 2012-2013 patut untuk didukung. Upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk mengurangi dan mencegah terjadi praktik korupsi di negeri ini. Dipilihnya sekolah sebagai tempat persemaian pendidikan antikorupsi karena sekolah merupakan tempat paling efektif untuk menanamkan berbagai ilmu pengetahuan, salah satunya adalah pengetahuan tentang korupsi dan bahayanya.
Paling tidak ada dua tujuan utama yang ingin dicapai oleh Kemdikbud dari penerapan pendidikan anti korupsi di sekolah. Pertama untuk menanamkan semangat antikorupsi sejak dini kepada generasi muda. Bagaimanapun juga siswa-siswi sekolah merupakan calon generasi penerus bangsa ini. Jika sejak dini mereka sudah ditanamkan pendidikan antikorupsi, maka harapannya semangat antikorupsi akan mendarah daging dalam diri siswa dan bisa tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sehingga dimasa depan mereka akan menjadi generasi yang jujur dan takut untuk berbuat korupsi.
Tujuan kedua pendidikan antikorupsi adalah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian dan Kejaksaan Agung, melainkan juga menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa.  Dengan pola pendidikan yang sistematik, kurikulum terintegrasi serta pengajaran dengan metode yang tepat maka diharapkan akan mampu membuat siswa dapat mengenal lebih dini tentang bahaya korupsi serta sanksi yang akan diterima jika melakukan tindakan korupsi.
Penerapan pendidikan antikorupsi di sekolah juga bisa diartikan sebagai sebuah gerakan dini melawan korupsi. Dengan begitu gerakan melawan korupsi yang dilakukan melalui lembaga sekolah diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan moral bagi bagi para penegak hukum baik itu dari Kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK, maupun lembaga antikorupsi lainnya agar lebih bersemangat untuk memberantas korupsi di negeri tercinta ini. Harapannya jika korupsi sudah diminimalisir sejak dini, maka pembangunan bangsa dan negara akan dapat berjalan maksimal.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran