Skip to main content

PRESTASI DAN PRESTISE

Sebuah kenyataan yang tak terbantahkan bahwa aktivis-aktivis kampus yang mengaku dirinya memiliki idealisme ternyata sering tidak dapat membuktikan diri sebagaimana idealisme perjuangan pergerakan yang mereka usung. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya aktivis mahasiswa yang berbenturan dengan masalah akademik. Adalah sebuah kenyataan jika saat ini banyak aktivis yang masuk dalam barisan orang-orang yang terancam DO karena nilai akademiknya yang memprihantinkan.
Harus diakui jika orientasi mahasiswa dalam kuliah dan mengikuti organisasi adalah soal prestasi dan prestise. Mahasiswa yang hanya berorientasi pada prestasi akademik jelas akan tekun kuliah, rajin belajar dan mengesampingkan untuk berorganisasi. Sebaliknya bagi seorang aktivis kampus, prestasi akademik biasanya akan dinomor duakan dan mereka lebih fokus dalam mengejar prestise sebagai seorang aktivis.
Sebenarnya antara prestasi dan prestise dalam dunia kampus bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Mahasiswa bisa memperoleh keduanya jika dilakukan dengan cara yang baik. Mahasiswa bisa berprestasi secara akademik tanpa harus meninggalkan kehidupan berorganisasi, demikian pula seorang mahasiswa dapat menjadi seorang aktivis tanpa harus mengorbankan kewajibannya untuk menuntut ilmu. Syaratanya tak lain adalah pandai membagi waktu, baik untuk kuliah maupun untuk berorganisasi.
Sebagai tujuan awal yang harus dicapai, kuliah harus menjadi prioritas utama seorang mahasiswa. Karena tanggung jawabnya bukan hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada orang tua dan juga masyarakat luas. Tuntutan sebagai agen perubahan sosial  jelas mengharuskan mahasiswa untuk berprestasi bukan hanya di kampus tetapi juga di keluarga dan masyarakat luas. Dan untuk menjadi seperti itu, mahasiswa dituntut untuk matang secara mental, emosional serta psikologinya dan semua itu hanya bisa didapatkan dalam kehidupan berorganisasi.
Sehingga bisa ditarik satu kesimpulan bahwasanya antara aktif kuliah dan aktif berorganisasi adalah sama-sama penting dan harus saling mendukung.  Karena keduanya sangat bermanfaat untuk masa depan. Dengan aktif kuliah berarti mahasiswa akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas sehingga akan menjadi bekal dikemudian hari  dalam memperoleh suatu pekerjaan. Sedangkan dengan aktif berorganisasi akan bermanfaat bagi mahasiswa ketika mereka terjun dalam kehidupan sosial di masa mendatang.
Oleh sebab itulah pilihan untuk menjadi aktivis atau menjadi seorang akademikus sangat tidak relevan jika ditujukan kepada seorang mahasiswa yang benar-benar memahami segala tugas dan tanggungjawabnya sebagai agent of social change. Tentu keduanya akan dipilih, karena memang sudah menjadi kewajiban mahasiswa untuk dijalani.



NB: penulis adalah mantan aktifis kampus :D

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips