Aku Ngroso Lego, Ora Gelo

Lego (Lega) adalah perasaan yang saat ini Aby dan aku rasakan karena sudah ngomong sama boss warnet untuk keluar. Aby adalah satu-satunya karyawan warnet Marsmello yang bekerja paling lama, yaitu sejak pertama kali warnet buka sekitar tahun 2008. Dulu waktu pertama kali Aby kerja disitu, Aby memang belum ada kegiatan lain selain menjadi takmir Masjid Al-Ikhlas BPI, Jadi baru ada satu shift. Aby kerja dar jam 09.00 WIB sampai tutup jam 01.00 WIB dini hari. Sangat WOW bukan? 16 jam kerja di warnet. Dari penghasilan pertama kali dulu sebesar Rp200.000 / bulan untuk 16 hari kerja perhari. Sampai beberapa waktu kemudian ada orang lain yang mendaftar kerja di warnet itu yang akhirnya dibagi menjadi dua shift. Aby mendapat jatah jatah untuk shift pagi sedangkan mas Wendy kerja untuk shift malam. Tidak sampai hitungan satu tahun, shift malam keluar, dan Aby kembali kerja seperti semula, kerja double shift 16 jam. Hingga ada karyawan lain lagi. Termasuk aku yang dulu pernah jadi operator warnet itu pada pertengahan 2010 sampai Januari 2011.



Enam tahun menjadi karyawan paling setia, menjadi kepercayaan si boss memang menjadi kebanggaan tersendiri. Aku saja kerja di sana hanya sekitar 6 bulan saja, karena setelah wisuda aku harus pulang dulu ke Kesesi, hingga ditahun 2011 aku juga menikah dengan Aby. Ya, hanya Aby yang bertahan lamaaa kerja di warnet itu. Tak heran jika dari warnet sebenarnya juga menjadi penghasilan tambahan yang lumayan, karena selain jadi operator, penghasilan dari ngetik tugas mahasiswa (seperti rental) juga banyak. Tapi inilah hidup, harus memilih, ketika keadaan dari kondisi tubuh yang sudah menolak untuk capek, apa harus dipaksakan? Enam tahun lho ya, bukan waktu yang singkat. 

"Aku Ngroso Lego, Ora Gelo" (Aku merasa Lega, Tidak Menyesal). Kata-kata itu yang langsung terucap dari bibir Aby sesaat setelah pamitan dengan boss warnet kemaren sore, dengan senyum sumringah yang menandakan Aby bener-bener gembira itu juga yang membuat aku yakin kalau keputusan untuk keluar kerja dari warnet adalah keputusan yang benar. "Aku ingin fokus ke kesehatan dulu" Tambah Aby sore tadi. Ya, jelas dunk harus sehat dulu, kalau nggak sehat mana bisa beraktifitas seperti biasanya. Berangkat ngajar Ngaliyan - Ungaran itu juga sudah capek lho ya, jarak tempuh Ngaliyan - Ungaran lebih dari 30 KM sekali berangkat, itu artinya lebih dari 60 KM untuk pulang pergi. Tapi, InsyaAllah dengan memilih menjadi Guru di SLBN Ungaran mendapat keberkahan yang luar biasa dari Allah. Amin.

Alhamdulillah, sekarang aku benar-benar senang melihat Aby yang sumringah itu. Aku juga bisa sholat berjamaan lima waktu dengan Aby. Subuh berjama'ah, Dhuhur berjama'ah nunggu Aby pulang dari sekolahan sekitar jam 1 siang. Asar yang tadinya Aby sudah di warnet, sekarag di rumah bisa sholat berjama'ah, Magrib yang tadinya Aby sholat di warnet sekarang bisa berjama'ah dengan aku di kontrakan, begitu juga dengan sholat isya' yang biasanya ketika Aby pulang dari warnet jam 12 malam aku udah tidur, sekarang begitu adzan isya' Aby ada di rumah, jadi bisa sholat berjama'ah.

Pada hakikatnya setiap kejadian itu ada hikmahnya, baik langsung maupun tidak. Sekarang ini yang aku rasakan adalah kebahagiaan bathin yang benar-benar nyata. Sama sekali tidak menyesal karena sudah keluar dari warnet. Tapi kelegaan yang nyata aku rasakan. InsyaAllah ke depannya akan lebih baik. Karena Aby dan aku sedang merencanakan sesuatu, semoga Allah meridhoi. Amin.. :D

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)