INDEPENDEN DAN KRITIS


Reformasi yang berlangsung selama ini seharusnya menjadi batu pijakan bagi bangsa Indonesia untuk menyelesaikan berbagai persoalan di negeri ini. Namun sayang yang terjadi justru sebaliknya, bangsa Indonesia belum mampu menjadi bangsa yang mandiri, merdeka, berdaulat dan bermartabat. Tanpa bermaksud mengabaikan prestasi yang telah dicapai oleh bangsa ini, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus segera diatasi, mulai dari persoalan ekonomi, politik, hukum, kemiskinan, pendidikan dan lain sebagainya. 


Berawal dari berbagai problematika tersebut lahirlah Forum Rektor Indonesia (FRI) yang salah satu fungsi dan perannya adalah menyuarakan kritik konstruktif atas segala masalah yang di hadapi bangsa ini. Forum Rektor Indonesia sebagai salah satu komponen pencetus reformasi dan kekuatan moral dan intelektual bangsa Indonesia saat ini tengah berada dalam posisi yang delematis.
Di satu sisi sebagai pemimpin perguruan tinggi para rektor berkewajiban memajukan pendidikan di kampus yang ia pimpin khususnya, dan pendidikan Indonesia pada umumnya. Namun di sisi lain FRI juga dituntut berperan aktif dan berkontribusi dalam membangun bangsa ini lewat berbagai ide briliannya. Hanya saja, saat ini FRI sering terjebak pada situasi perpolitikan Indonesia yang menyebabkan FRI mendapat stigma negatif dari masyarakat karena dianggap terlalu masuk dalam ranah politik.
Menginjak usianya yang ke-13 tahun sejak berdiri pada tahun 1998, FRI diharapkan tetap mampu menjadi kekuatan intelektual yang berperan sebagai agent of social control serta berperan dalam memberikan berbagai masukan kepada pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa. Namun dibalik itu semua, tugas dan tanggungjawab utama sebagai pemimpin lembaga pendidikan tinggi tetap harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Karena naik turunnya kualitas pendidikan di Indonesia juga bergantung kepada FRI.
Yang terpenting saat ini spirit independensi serta sikap kritis yang mengedapankan intelektualitas harus tetap dijaga oleh para anggota Forum Rektor Indonesia. Kedua hal tersebut merupakan  kunci kekuatan FRI dalam melakukan gerakan moral untuk mendorong terjadinya perubahan kehidupan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Karena saat ini nasib bangsa sudah menjadi tanggung jawab bersama termasuk tanggung jawab para anggota FRI.
Selain itu, yang dibutuhkan saat ini adalah konsistensi FRI sebagai organisasi yang berisikan para cendikiawan mampu menjalankan fungsi intelektualnya dengan jalan menciptakan sebuah bahasa kebenaran kepada penguasa dengan cara-cara yang elegan. Sebagai sebuah kelompok .masyarakat ilmiah yang memiliki ilmu pengetahuan di atas rata-tata, maka sudah sewajarnya jika Forum Rektor Indonesia menjadi tumpuan harapan segenap masyarakat Indonesia untuk mengawal perubahan bangsa ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)