Skip to main content

Batam in Restropection Alcohol and Ecstasy

It has become customary world, where life can be hung on it also hopes will be supported. Not only through newspapers or TV, word of mouth news of Batam was charming with his Singapore Dollar widespread all country.

So rollicking people flock moved to Batam. Pelni lane was opened at the port that should only functioned as a loading and unloading of goods. Thousands of people each week come down on the island and ready to fight with fate.
Some come armed to the teeth in the form of elementary through graduate diploma, a roll certificates, work experience and financial capital to trade, but more are just like bonek mania ball with no fare home. Slowly the concept of Batam as FTZ disoriented.

Until the early '90s, Batam is a contemporary form of a big village. Although modern and built with a futuristic concept masterplan, here and there villages aroma brought from all corners of the archipelago could not be covered.

At night, pounding music sounded more hectic. Bath city nicknamed the city never sleep, a means of entertainment ranging from discos, pubs, karaoke, cafe life music, disco dangdut massage center to life until dawn. The entertainment industry continues to accompany the pulsating electronics assembly industry, shipping and trade.

Batam experiencing culture shock. Villagers who used during the night used to hearing the sound of crickets and owls, can now hear the hustle and bustle of four-wheeled vehicles, disco music until the giggling lady escort that is not far from cigarettes and alcohol.

Talk nightlife, then in it a conspiracy lasted evil arbitrarily. Entertainment tonight is supported by the business of prostitution, gambling and ecstasy. Very rarely a woman brought in a good night-good, because what happens is the practice of human trafficking. The young women tricked to be recruited in the neighboring country. They were pulled from pockets of poverty from Java, Sumatra and Kalimantan with malicious deception, and then presented to the audience warm young leaves.


Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran