Skip to main content

English Vinglish



English Vinglish

Bismillahirohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum, sahabat Blogger yang saya kangenin. Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H ya, semoga amal ibadah kita dapat menjadi bekal kelak di yaumul hisab nanti. By the way, qurban nggak tahun ini? Kalau saya enggak qurban tahun ini, rezeki yang saya punya untuk slametan kakak dan adik sekaligus. Yang qurban hanya bapak dan ibu, masing-masing satu kambing. Alhamdulillah semoga berkah. Aamiin.  

Alhamdulillah yang ke dua adalah insya Allah saya sudah mulai bisa ngeblog lagi menggunakan leptop kesayangan. Pasalnya, selama hampir 3 minggu lalu leptop saya ‘opname’ di tukang servis langganan saya di Semarang. Kali ini, kasusnya sama-sama parah seperti beberapa waktu lalu, engsel untuk monitor leptop saya rusak, jadi kalau dibuka semuanya retak. Ahhh pokoknya kalau punya anak yang aktif itu mah akan menjadi hal biasa bila elektronik tiba-tiba bermasalah, tapi kalau udah waktunya rusak ya rusak sih. Hahaha. 

Selama leptop diservis, saya jadi jarang nonton film. Palingan sesekali nonton pakai HP. Tapi tahu sendiri nonton film di HP itu kurang puas karena layarnya enggak lebar seperti layar leptop. Nontonnya jarak sejengkal, telinga disumpel headset biar suaranya kedengeran jelas. Haha. Pokoknya mah nonton film jadi enggak nikmat gitu deh.

Betewe, film apa sih yang paling aku suka?

Film dari jaman dahulu sampai sekarang sih tetep ya film Rhoma Irama, dari sekian banyak film Rhoma Irama, Gitar Tua lah yang paling menyentuh. Selera loh ini selera. Hahaha

Tapi di postingan kali ini saya nggak mau bahas film Gitar Tua, hihi. Karena saya lagi suka sama film India. Bukaaann.. bukan Maann atau Kuch Kuch Hota Hai, tapi film India tahun 2012, judulnya English Vinglish.



Kebetulan banget nih mbak Untari ( www.duniaqtoy.com ) dan mbak Ira Sulistiana ( www.irasulistiana.com ) pengen tahu film favorit sepanjang masa. Di atas sudah disebutkan film favorit saya adalah film-filmnya Bang Haji. hehe. Tapi di postingan ini saya mau cerita kenapa saat ini saya suka English Vinglish.

Jadi begini, sudah 4 semester ini saya menggunakan film Engslih Vinglish untuk bahan ajar saya di kelas. Kenapa saya memilih English Vinglish untuk bahan ajar Bahasa Inggris Dasar di kelas mahasiswa semester satu? Karena saya suka konsepnya. Film yang dibintangi oleh Sri Devi ini adalah film drama-comedy tentang seorang Ibu yang ingin belajar bahasa Inggris. Anaknya, Sapna lancar berbahasa Inggris, tapi dia punya sifat yang kurang baik, sampai-sampai dia malu punya Ibu yang gak bisa berbahasa Inggris. Tapi pada suatu hari, Shashi (Ibu Sapna) diundang untuk menghadiri pernikahan ponakannya di New York. 2 minggu sebelum acara pernikahan Shashi sudah bertandang ke New York, untuk membantu mempersiapkan pernikahan ponakannya itu. Ladoo, makanan khas India usaha rumahan Shashi menjadi makanan yang sangat dinantikan semua tamu. Karena Ladoo yang Shashi buat rasanya sangat enak. Btw, ngomongin Ladoo saya sempet pengen bikin sendiri loh, tapi saya di Pekalongan bahan-bahan membuat ladoo enggak tahu di mana belinya. Haha. Kayaknya enak gitu, yak!



Singkat cerita Shashi diam-diam ikut kursus bahasa Inggris di salah satu lembaga bimbel. Giat sekali belajarnya, sampai di akhir cerita, Shashi memberi sambutan full English di depan para tamu undangan. Dan seketika itu Sapna tersadar akan sifatnya yang buruk selama ini kepada Ibunya. Gemuruh tepuk tangan bangga menjadi penutup film tersebut. Saya suka karena saya bisa memposisikan mahasiswa saya sebagai orang yang sedang belajar bahasa Inggris seperti Shashi, dan bahasa Inggris itu bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari. Moral valuenya kita kudu semangat saat belajar dan harus bersungguh-sungguh, buktikan kepada semua orang yang mencibir dan menghina kita kalau kita itu bisa! 

Kalau kamu belum pernah nonton English Vinglish, kamu bisa cari di youtube, ya! hahaha

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa