Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Cerita Anak Kampus: IAIN Walisongo Semarang #1

Lama sekali nggak ngeblog karena alasan yang gak logik malah merugikan diri sendiri, huuft.. Tapi perang batin ini malah bikin pikiran nggak karuan karena ide nulis terus ada tapi dibiarkan numpuk di otak dan kini tumpah ruah di mana-mana. hahaha...
Tapi, aku selalu ada kok, tenang saja. Hehehe.. Tiba-tiba aku ingin menulis tentang kisah masa-masa dulu di Kampus, saat menjadi Mahasiswa S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Entah bisa runtut atau tidak, yang penting tulisan ini aku mengandalkan daya ingatku saja. hehhee.. InsyaAllah aku akan posting bersambung dengan judul awal "Cerita Anak Kampus". Untuk postingan pertama, aku beri judul IAIN Walisongo Semarang.

Bumiku Sakit

Tetesan embun penyejuk pagi
Hilang berganti air mata langit
Jatuh tak terhitung lagi
Membuat bumi menjadi sakit


Bumiku kini sakit
Akibat tangan-tangan manusia
Kini ia menjerit
Menyesalkan mereka yang seperti tak berdosa

Akhirnya.... Dapat No Urut Wisuda Juga...........

Haahhhhhh... akhirnya bisa menghela nafas panjang tanda lega............. 
Beberapa minggu ini aku hiatus dan fokus untuk mengurus pendaftaran wisuda, karena wisuda di Unnes untuk tahun ini menjadi tiga periode. Jadi bagi aku dan teman-teman yang sudah lulus semester lalu namun belum wisuda Oktober tahun lalu bisa mendaftarkan untuk periode I, yaitu tanggal 26 Februari 2014 yang akan datang.

Cara Irit dan Cara Hemat dalam Kehidupan Sehari-hari

Unik sekali tema GA yang dibuat oleh Kaka Akin, “Irit tapi Bukan Pelit” membuat aku teringat akan masa lalu ku yang bisa dibilang ‘boros’. Ya, aku memang pernah hidup boros saat jadi mahasiswa S1 dulu. Uang jatah bulanan dari orang tua memang tak seberapa, tapi karena aku sudah nyambi kerja dengan ngelesi anak-anak SD-SMA, dalam sebulan Alhamdulillah aku bisa mendapatkan tambahan pemasukan yang jumlahnya lebih dari jatah bulanan dari orang tua. Uang gajian dari ngelesi yang aku dapatkan kebanyakan habis untuk beli pulsa, baik pulsa telepon, sms ataupun modem, karena sejak tahun 2008 saja aku sudah beternak 4 Handphone yang masing-masing berisi provider yang berbeda. Selain itu, aku dulu menggunakan uang hasil keringatku untuk perawatan kulit ke dokter. Jadi dalam sebulan aku mengeluarkan uang untuk kebutuhan beli makan, beli sabun, shampoo, bensin, pulsa, P3K, krim dari dokter, pulsa, dan lain sebagainya bisa lebih dari satu juta. Namun di satu sisi, aku tetep menyisihkan sebagian uan…

Mbok ya Jangan Ugal-Ugalan tho, Le !

Hari senin minggu lalu, saat aku pulang ke Kesesi dari Semarang. Ada kejadian yang membuat aku deg-degan setengah mati. Ditengah perjalanan, tepatnya di Kendal aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, ada seorang bapak-bapak tua yang membawa jeruk bali didalam keranjang dengan motor tuanya. Bapak tersebut berada di tengah bersebelahan dengan motor kami yang dikendarai Aby. Aby melaju motornya pelan, kecepatannya sekitar 40 km/jam. Ya sangat pelan dunk ya untuk ukuran melaju di jalan pantura. Si bapak tua itu ke tengah mungkin karena mau balik arah ke timur, si bapak ke tengah menuju jalan putar balik arah yang ada di depan sekitar 200 meter dari titik pertama kami bertemu. Memang, aku sendiri melihat si bapak tidak menyalakan lampu sign ke kanan, mungkin juga karena lupa, lagipula lampu signnya tertutup dengan keranjang yang berisi buah tadi.