Tujuh Alasan Mengapa Momtraveler Harus Berkunjung ke Kesesi



Assalamu’alaikum, sahabat blogger yang dirahmati oleh Allah SWT. Senang sekali saya masih bisa menulis dan mengisi blog ini. Loh, kenapa kok gitu? Ya karena bulan ini keluarga kami sedang mendapatkan ujian dari Allah berupa sakit. Awal bulan anak saya opname karena demam berdarah dan typus, belum juga seminggu nyusul adik saya opname di rumah sakit yang berbeda karena sakit yang sama. Mudah-mudahan yang sakit segera diberi kesembuhan, yang sehat juga senantiasa diberi kesehatan dan tetap bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah. Amin.

Hikmah dari ujian sakit ini adalah saya bisa berkumpul dengan keluarga. Apalagi saat Noofa menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga kecil kami bisa berkumpul lengkap. Idealnya sih kami ingin selalu kumpul dalam keadaan sehat wal afiat, seperti berkumpul untuk makan-makan bersama keluarga, berkumpul pergi traveling ke suatu tempat, atau mungkin berkumpul untuk musyawarah dan arisan keluarga. Hehe..

Ngomong-ngomong soal traveling. Saya jadi ingat dengan salah satu teman blogger saya. Mungkin juga teman-teman tidak asing lagi dengan blog yang ber-URL MomTraveler.com, kan? Atau malah ada yang belum tahu? Waahh.. kalau masih ada yang belum tahu berarti kurang gaul dan kurang jalan-jalan, ya. Hihihi..

Salah satu blog ber-niche blog travelling ini adalah blog personal yang diadmini oleh wanita cantik asal Aceh yang kini berdomosili di Semarang. Mbak Muna Sungkar, namanya. Seorang wanita keturunan Arab yang menyukai bahasa Inggris. Saya mengenal mbak Muna sudah cukup lama di dunia perbloggingan, sekitar awal tahun 2012. Selain mengenal di dunia maya, saya juga sudah beberapa kali bertemu dengannya atau istilah ngetrendnya kopdar di beberapa acara gathering blogger di Semarang. 
Muna Sungkar dan saya di Acara Fun Blogging 9

Hubungan saya cukup dekat dengan mbak Muna, selain karena mbak Muna menjadi pelanggan saya untuk beberapa barang jualan online saya, profesi sebagai dosen bahasa Inggris juga membuat kami jadi semacam mempunyai kemistri. Nyambung aja gitu kalau ngobrol, jadi ada aja yang kita obrolin kalau ketemu, seperti sharing tentang cara ngajar, materi ajar, dan media mengajar. Atau ngobrol dengan ngeblog dan tentang perkembangan anak. Kebetulan, mbak Muna mempunyai Nadia yang cantik, dan saya mempunyai Noofa yang cantik juga.

Mbak Muna pernah cerita kalau dia punya saudara di Pekalongan, tapi sejak kami saling kenal, Mbak Muna belum pernah main ke rumah saya di Kesesi. Padahal sebagai Cah Kesesi, jujur saya pengen banget mbak Muna berkunjung ke sini.

Dan postingan kali ini saya akan sedikit menulis tentang Tujuh Alasan Mengapa Momtraveler Harus berkunjung ke Kesesi.

Pertama, Kesesi mempunyai banyak cerita bersejarah.

Selain suka jalan-jalan ke tempat wisata terbuka, saya tahu mbak Muna suka jalan-jalan ke tempat wisata indoor, seperti mengunjungi museum yang sarat akan sejarah. Terbukti dari salah satu buku kolaborasi dengan mbak Ika dan Fenny yang berjudul 3 Emak Gaul Keliling 3 Kota. Di sana mbak Muna eksplore museum yang ada di kota atlas, Semarang. Maka dari itu saya ingin mbak Muna datang ke Kesesi, supaya saya bisa memberitahu tentang sejarah desa Kesesi yang boleh dibilang unik sekaligus menarik jika dijadikan sebagai tulisan. Kalau cuma cerita saja kan kurang asyik. Lebih asyik datang ke Kesesi. Iyaa, khan?

Ke dua, di Kesesi ada jembatan Bendungan Kaliwadas dan jembatan Panjang. 


Masih tentang sejarah, di Kesesi ada jembatan bendungan Kaliwadas yang merupakan jembatan bersejarah. Kata Almarhum simbah kakung, jembatan ini dibangun pada jaman penjajahan belanda. Jembatan bendungan Kaliwadas menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan kabupaten Pemalang. Bendungan tersebut selain berfungsi sebagai jalan penghubung antar kabupaten juga berfungsi sebagai pemasok air, di mana air dari bendungan kaliwadas ini dialirkan ke beberapa irigasi yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar bendungan baik warga pemalang maupun Pekalongan untuk MCK dan untuk pengairan sawah. 


Selain bendungan Kaliwadas yang mempunyai panorama menarik, Mbak Muna pasti suka karena di sini ada beberapa spot menarik untuk foto-foto. Melihat beberapa aktifitas yang ada di sini, seperti orang memancing, orang mencuci baju di kali, mengambil pasir di sepanjang aliran sungai kaliwadas, atau orang-orang yang menikmati senja sambil ngerujak. Hehe.. mbak Muna kan lagi hamil muda, saya malah ngebayangin ngerujak sama mbak Muna di samping jembatan. Hihihi.

Yang kedua adalah jembatan Panjang Kesesi atau sering disebut sebagai Jepang-nya Kesesi. Jembatan ini dibangun waktu saya masih SD dan berfungsi sebagai pengubung antara kabupaten Pekalongan dengan Pemalang. Jembatan panjang tersebut juga merupakan salah satu jalur alternatif Semarang – Jakarta. Setiap sabtu sore dan minggu pagi biasanya ramai dikunjungi orang-orang. Karena dari jembatan tersebut kita bisa menikmati pemandangan pagi maupun senja dengan pemandangan yang menarik utamanya di sebelah selatan yaitu menikmati puncak gunung Slamet. Bagus deh!

Ke tiga, Kesesi banyak Kulinernya.

Saya pengen mbak Muna bisa menikmati beberapa makanan khas Pekalongan yang ada di Kesesi. Seperti kue Apem khas Kesesi, pindang tetel, sego megono, sempolan, kluban bothok, capret, dan minuman seperti dawet ketan, dan serbet yang dapat menyembuhkan penyakit pegal linu dan masuk angin.
apem Kesesi, gambar ambil di IG

Nggak hanya makan dan minum itu semua, tapi saya juga ingin mengajak mbak Muna melihat langsung proses pembuatan apem di rumah pembuatnya. Kalau untuk makanan lainnya, saya juga bisa ajak mbak Muna langsung praktik masak bareng saya. Pie, mbak? Iso masak, tow? Hehehe.

Ke empat, Mengenal Organisasi Masyarakatnya

Sekolah Rifa'iyah sudah sampai tingkat menengah ke atas :D

Desa Kesesi, masyarakatnya heterogen. Profesinya heterogen, juga organisasi masyarakatnya. Di sini ada tiga organisasi masyarakat yang tergolong besar namun bisa hidup berdampingan dan gayub rukun. Ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Rifa’iyah. Mungkin, mbak Muna ingin mengetahui sejarah lahirnya salah satu atau semua Ormas itu untuk menambah pengetahuan sejarah mbak Muna? Atau Mbak Muna ingin mengadakan penelitian tentang salah satu dari ormas di sini? Dengan senang hati, mbak saya siap menjadi patner hehehehe.

Ke lima, Nambah Saudara.

Pada hakikatnya, bersilaturahim ke suatu tempat adalah menemui saudara. Dengan mbak Muna berkunjung ke Kesesi, secara otomatis, mbak Muna akan mendapatkan banyak saudara lagi. Dari situ, Insya Allah rezeki juga akan bertambah. Rezeki berupa materi atau rezeki panjang umur. Karena bersilaturahim bisa memanjangkan umur. Bener, nggak, mbak?

Ke enam. Nadia jadi akrab sama Noofa.

Mbak Muna kan momtraveler, nih. Kalau pergi-pergi pasti ngajak Nadia dan suami juga. Kalau emaknya saja bisa berhaha-hihi anaknya pun diharapkan begitu. Apalagi dari beberapa cerita mbak Muna, kayaknya Nadia karakternya banyak yang sama dengan Noofa. Cerewetnya, aktifnya, cerianya dan… ganjennya? Hehehe..

Ke tujuh, saya pengen Mbak Muna menuliskan tentang Kesesi.

Nggak ada salahnya, desa Kesesi nangkring cantik sebagai salah satu atau salah dua, bahkan salah tiga blogpost di blog kerennya mbak Muna. Sebagai blogger dari Kesesi, apabila ada teman yang menulis tentang Kesesi tentu itu menjadi kebanggaan dalam diri. Secara selama ini belum banyak orang yang tahu apa itu Kesesi, di mana itu Kesesi, dan apa saja yang ada di Kesesi. Kelak, keinginan saya menduniakan Kesesi dapat terwujud bila mbak Muna sebagai travel blogger dapat mengulas dengan ikhlas semua tentang Kesesi.

Itulah Tujuh Alasan Kenapa saya ingin sekali mbak Muna atau MomTraveler datang ke Kesesi. Semoga bisa disegerakan. Amin.

Atau, sebelum mbak Muna datang Kesesi, temen-temen ada yang mau ke sini dulu? Silakan..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)