Soal Anak yang Suka Coret-coret Tembok

"Adek... Gambarnya di kertas ini aja, yaa.."
"Emooohh... Noofa mau gambar di tembok aja"

Duuh setiap hari Noofa suka coret-coret tembok kamar. Awal mula Noofa suka nulis dan gambar di tembok saat usia dia 2,5 tahun. Tadinya kalau coret-coret pasti di kertas atau buku gambar yang sudah saya sediakan dengan krayon atau spidol warna warni. Tapi, semakin besar, lha kok malah hobinya gambar di tembok. :'(

Sedih sih sebenarnya, karena Ibu dan Bapak bilang ke saya untuk mengecat ulang tembok. Dan, kayaknya bakal keluar uang banyak banget deh. Hahaha. Tapi saya menyanggupinya dengan catatan mengecat ulang temboknya kalau Noofa sudah besar. Hehe.. Eeee tapi jebul, makin besar, coretan di temboknya makin banyak. :)) *geli, tapi sedih*



Sejak saya tahu Noofa lebih suka di tembok, padahal sarana dan prasarana seperti krayon, buku, kertas, polpen, bahkan papan tulis sudah saya belikan. Akhirnya saya bikin peraturan, terpaksa dan harus dilakukan. Saya nggak mau otoriter, tapi mencoba untuk autoritatif saja. Membuat peraturan tetapi dengan dua arah. Saya bikin beraturan boleh coret-coret tembok, asal tembok kamar Noofa. Tembok lain nggak dicoret-coret. Kalau dicoret-coret, Noofa harus menghapus coretannya.


Peraturan ini disepakati oleh Noofa, hehe. Kesepakatan ini benar-benar dilakukan Noofa, karena sejauh ini Noofa memang hanya coret-coret tembok kamar sendiri. Tidak di ruang lain, atau kamar lain. Tembok kamar yang paling banyak coretannya adalah tembok kamar bagian selatan, karena tembok ini yang menempel dengan kasur. Tadinya hanya sedikit coretannya, sekarang setelah bisa menulis nama dia, umi, abi, dan sudah bisa menggambar, coretanya jadi banyak, lebar dan variatif. Wkwkwk..

Berjanji untuk tidak mencoret-coret tembok lain selain di kamar menjadikan Noofa bisa berkomitmen. Noofa juga tetap saya arahkan untuk menulis yang benar pada tempatnya. Selain di tembok, tempat lain yang sering jadi sasaran kreatifitasnya adalah di lantai, baju, dan badan. Hihihu.. Lucu banget kalau pas lagi nulisin tangan dan kaki. Pernah juga dia coret pipi dia. Haha..

Kegiatan mencoret-coret sebenarnya sangat baik untuk melatih motorik halus anak. Tangan semakin lemas, hasil gambar yang dibuat juga semakin bagus. Saya sendiri tidak melarang dia untuk berekspresi. Tetapi seperti yang sudah saya tulis di atas, lebih ke kepada cara dia berkomitmen. Walaupun masih kecil, kalau diberi pengertian terus menerus pasti akan ngerti juga.

Tulisan dia sekarang sudah nambah ke tulisan huruf hijaiyah. Saya sendiri sangat bersyukur, tidak pernah mengajarkan menulis tapi Noofa bisa menulis. Hehe,, maksudnya yang ngajarin Noofa itu ustadzahnya di paud. Hehe..

Soal anak yang suka coret-coret di tembok, bagi saya adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, tetaplah memberi anak pengertian supaya dia tahu di mana tempat yang tepat untuk menulis. Mungkin bakat anak lebih ke melukis? Kelak besarnya bisa menjadi pelukis dengan lukisan hasil karyanya yang mendunia? Who knows....

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)