Ketika Notebook Bermasalah: “Preparing Automatic Repair”



Assalamu’alaikum, sahabat blogger se-dunia.. sudah lumayan lama juga ya saya nggak posting di blog ini. Iya, kemaren sempet ada drama sedikit, semua data di notebook saya hilang. Tepatnya malam Ahad minggu lalu. Awalnya saya sedang asyik ngedraft untuk beberapa blogpost, kemudian saya istirahat bentar sambil nunggu suami pulang dari Jogja. Setelah saya rasa istirahat saya cukup dan kembali hendak melanjutkan drafting saya, tiba-tiba laptop saya ngehang, nyala terus tetapi kursor menghilang. Digeser-geser berkali-kali tetap tidak muncul. Saya nunggu dari jam 9 malam hingga jam 11 malam, tetap saja kursor nggak mau muncul dan notebook saya ON terus. Udah dibuat setenang mungkin, tetapi tetap saja dua jam nunggu bikin saya menjadi panik. Akhirnya saya shut-down paksa notebook itu. Nggak ada firasat bakal menjadi ‘drama’ pelik sebelumnya. Saya kembali menyalakan notebook saya, dan.. begini hasilnya:


Seperti pada gambar di atas, notebook saya tidak mau muncul ke desktop. Tetapi yang muncul tulisan “Preparing Automatic Repair” terus, muter-muter begitu…….. terus. Saya coba klik tombol restart tetap saja nggak mau masuk ke desktop. Udah deh, langsung panik beneran. 



Sambil tarik nafas panjang, saya browsing di google untuk permasalahan notebook saya ini. Ada beberapa tutorial yang saya baca di sana, dari sekian cara yang saya dapatkan dari postingan beberapa blog, beberapa saya praktikkan sendiri mulai dari melepas baterai notebook sampai cara yang pakai rumus ini itu, akan tetapi tidak berhasil. Ya! Mungkin masih ada yang salah karena saya memang tidak master di komputer, ya. Hiks. Usaha malam itu, saya sudahi dan saya tidur dengan keadaan kurang tenang, karena draft yang saya tulis entah bagaimana nasibnya. 

“Yaa Allah.. semoga besok pagi sudah membaik” begitu doa saya sebelum saya membaca doa sebelum tidur.


Pagi harinya, Ahad, 1 November. Sebelum saya berangkat ke acara Tokopedia Roadshow di Semarang, saya yang penasaran dengan masalah notebook semalam kembali saya nyalakan dengan harapan sudah kembali pulih, akan tetapi.. setelah saya pasang baterai dan pencet tombol power, keadaan notebook saya masih sama. Tulisan “Preparing Automatic Repair” masih muncul dan… akhirnya saya klik “turn off your PC”. Hiks 

Saya tanya teman saya via chat BBM, dia expert masalah computer, untuk mendukung pertanyaan saya, sembari chat saya kirim beberapa gambar ‘masalah’ notebook saya ini ke dia. Jawaban dia singkat

“ITU HARUS INSTAL ULANG” 

Nggak pikir panjang, saya iya-in aja. Saya siap-siap berangkat ke Tembalang untuk tokopedia dan bertemu dengan teman blogger yang hadir di sana. Sempat lupa sih dengan masalah PC saya itu, karena senang bertemu dengan teman blogger dan seseruan di acara tokopedia roadshow. Tapi…. Setelah selesai, pulang dan ngelihat notebook saya lagi… galau lagi… duuh…!

*****

Sore itu, saya pulang ke Kesesi karena Seninnya sudah harus ngajar lagi. Sesampai di rumah, saya langsung bawa notebook saya ke tetangga yang sudah menjadi langganan ngutak ngatik notebook saya. Singkatnya, dia sanggup menyelesaikan masalah saya ini. Tetapi dengan konsekuensi, data di drive C dan dokumen hilang. Iya, itu wajar kan ya, dan posisi notebook memang nggak mau masuk ke desktop. Jadi nggak bisa ngeback-up dulu semua datanya sebelum instalasi. Dan saya sudah ikhlas kalau data di drive C dan dokumen hilang. Sekali lagi, saya nggak ada firasat apapun apalagi akan kehilangan data di drive D dan E. ENGGAK ADA SAMA SEKALI!

Nasib sungguh malang, Senin pagi saya dapat sms dari mas yang nge-repair notebook saya ini. Intinya data di semua drive akan hilang karena beda partisi windows dan GPT apa gitu saya kurang mudeng. Mungkin kalau disimpelkan, karena OS awal windows 8.1 kemudian instalnya ganti windows 7, semua data hilang.

“namun tetap saya coba recovery, mbak, meskipun nggak sempurna” kata mas-nya.

Oke, saya tenang. Setidaknya ada sedikit harapan lah, ya. Sudah.. saya percayakan kepada mas-nya sambil berdoa tentang kebaikan notebook saya.

Pulang dari kampus saya mampir ke mas-nya. Saya lihat kondisi notebook terbaru saya. Dan, benar saja.. semua data hilang, dan.. saat di-recovery.. hanya ada sedikit dan bisa masuk. Oke, saya harus bisa menerima cobaan ini. Weelll… saya harus menerimanya. Walau ada sedikit getir sakiit ketika ingat semua file penting, file ngajar, file Ibu dan Bapak, file kuliah S1 dan S2, file thesis dan kumpulan skripsi, juga video-video Noofa sejak bayi yang tidak ada back-up-annya, dan belum sempet saya CD-kan.

Baiklah, tak mengapa. Ada pelajaran yang sangat berharga yang bisa saya petik dari kejadian ini. Dan, sedikit tips supaya sahabat tidak merasakan getir pahit seperti saya…

  1. Kerja dengan notebook atau kerja dengan elektronik atau apapun, pasti akan ada resiko, baik ringan mau pun berat, siapkan mental sejak jauh-jauh hari, supaya kita juga bisa waspada dan bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Untuk kasus saya ini.. ada teman yang nyelethuk “Untung notebooknya nggak ilang, Cuma datanya aja yang hilang”. Well, untung.. masih untuuung, :D
  2. Back-up semua data penting, supaya tidak nyesel banget saat kehilangan. Bisa menggunakan CD yang diburning, atau dimasukkan ke email dengan cara di .zip atau .rar. atau bisa diupload ke dropbox, atau bisa juga ke akun penyimpanan file lain. Kalau kapasitas penyimpanan yang disediakan terbatas, bikin akun lain lagi. yang penting jangan sampai lupa email dan paswordnya aja.
  3. Kalau punya uang lebih, beli hard-disk eksternal untuk nyimpan back-up file.
  4. Bawa notebook/leptop kita ke tempat service yang tepat dan terpercaya.
  5. Sebisa mungkin TIDAK PANIK. Nggak mudah sih, tapi.. bila kita tidak panik dan tenang, masalah juga nggak begitu berat jadinya.
  6. Sabar dan ambil hikmahnya. Well, walau terkadang masih juga ngerasa ngomong itu gampang. Tapi, dengan sabar.. insya Allah kita bisa menghadapinya dengan kalem.
  7. Nangis aja kalau memang dengan menangis bisa ploong. Jujur, saya dua hari nangis karena masalah ini. Hihihihiks
  8. Bila memungkinkan, cari solusi dengan sabar.. caranya cari software recovery file, coba recovery.. sedapatnya aja. Paling tidak bila ada yang kembali, kan, bisa melegakan hati.
  9. Senyum, senyum, senyum.
Itulah tsurhatan saya. Ketika notebook bermasalah. Meskipun belum bisa totally move on. Tetapi ada cara yang bisa saya lakukan. Biar nggak galau melulu, sambil senyum saya menghibur hati saya dengan dengan bilang kalau notebook saya seperti notebook baru.. hehehe.. ^_^

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)