6 Hal yang Saya Lakukan Sebelum Sholat Tarawih



Alhamdulillah, saya masih diberi kenikmatan berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Baru masuk hari ke dua, nih. Semoga lancar sampai hari kemenangan nanti. Amin.

Bicara tentang Ramadhan, ada sholat sunnah yang tidak kita jumpai di bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan, yaitu sholat Tarawih. Sholat yang dilaksanakan setelah sholat isya ini bisa dilakukan sendiri (munfarid) atau berjama’ah. 

Di hari ke dua ini, saya selalu mengajak Noofa untuk ikut sholat tarawih di Masjid. Tujuan saya mengajak Noofa supaya dia bisa ikut melaksanakan sholat. Bisa karena terbiasa, sehingga saya membiasakan Noofa untuk sholat. Saya selalu berusaha memberi contoh yang baik kepada Noofa, karena dia akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau saya malas sholat nantinya Noofa juga akan malas sholat, Na’udzubillah

Ada beberapa hal yang biasa saya lakukan sebelum sholat tarawih:


Pertama, berbuka puasa/makan sebelum Isya’. Biasanya ada orang yang menunda berbuka puasa sampai setelah tarawih, kalau saya justru berbuka setelah sholat maghrib. Jadi waktu bedug maghrib berbunyi, saya berbuka dengan takjil dan teh manis anget/es. Kemudian ambil air wudhu dan sholat maghrib. Setelah itu saya makan nasi lengkap dengan lauk pauknya, secukupnya tidak berlebihan.

Kedua, bersih-bersih dan beres-beres. Setelah berbuka, saya langsung beres-beres. Membersihkan meja makan, membereskan piring tempat lauk-pauk, juga mencuci piring. Saya tidak mau menundanya sampai setelah tarawih, khawatir nantinya akan datang rasa malas, lagipula yang kotor habis dipakai hanya tiga piring dan tiga gelas. Sedikit, kan? Ya karena kami keluarga kecil, hidup bertiga. ^__^ 

Selanjutnya, saya menyiapkan mukena dan sajadah yang akan dipakai untuk tarawih. Sarung dan peci untuk Abi juga saya siapkan. Dilihat dulu sarung dan mukenanya lecek apa nggak, kalau lecek karena lipatan yang nggak rapih, saya akan menyetrikanya dulu. Waktu malam pertama, saya lupa mukena saya nggak disetrika dulu. Malu banget, melihat jama’ah lain mukenanya rapih, sedangkan mukena saya kusut dan lecek. Mukena berbahan katun santung memang harus selalu disetrika karena cepet lecek meskipun dilipat dengan rapi. Bila perlu, sehabis dipakai sholat tarawih jangan dilipat dulu, tapi digatung menggunakan gantungan baju. Supaya mukena tetap rapi dan dibagian muka tidak berjamur karena lembab terkena keringat.

Mukenanya lecek banget :(((

Ke empat, memakai wangi-wangian. Saya memakai wangi-wangian yang saya oleskan/semprotkan ke mukena yang saya pakai. Parfum yang saya pakai tidak mengandung alkohol. 

Ke lima, menyiapkan alat tulis. Kok alat tulis? Iya, saya suka membawa alat tulis seperti bolpen dan buku kecil untuk mencatat ceramah kultum sebelum sholat witir. Di Semarang, setiap tarawih selalu ada kultumnya. Yang mengisi kultum biasanya beliau Imam sholat tarawih. Pernah juga saya gunakan HP untuk merekam uraian ceramah, tapi sangat jarang. Saya lebih suka membawa buku dan bolpen untuk mencatat secara manual materi ceramah, dan ini istiqomah saya lakukan sejak dulu.

Dan yang terakhir, saya menyiapkan uang untuk mengisi kotak amal. Saya juga memberikan uang ke Noofa supaya nanti Noofa memasukkan uangnya ke kotak amal. Saya melakukan hal ini sebagai pembiasaan kepada Noofa untuk selalu beramal, memberi dan bershodakoh. Saya tanamkan sejak dini, supaya kelak Noofa bisa menjadi anak yang sholehah. Saya selalu berusaha menjadi contoh yang baik bagi anak. Sebenarnya beramal bukan hanya di bulan Ramadhan saja, bisa di bulan-bulan lain. Namun, kesempatan di bulan Ramadhan yang suci ini, alangkah baiknya kita perbanyak amal sholeh. Kelak menjadi bekal untuk akhirat nanti. Amin.


Itulah beberapa hal yang saya lakukan sebelum sholat tarawih. Lalu, apa saja yang Anda lakukan sebelum sholat tarawih? Yuk share di kolom komentar.. ^____^

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)