Cerita ABG: Jual Telur Asin Demi Sekolah

Ada yang suka makan telur asin, nggak? Aku sukaaaa poll makan telur asin, buat temen lauk sayur soup ceker juga enak banget, dicampur dengan sambel kecap. Hmm.. jadi pengen makan lagi, hehehe..

Bicara soal telur asin, aku punya cerita nih, ini kisah nyata lho ya, cerita salah satu anak ABG di desa Kesesi. Cowok ganteng yang berjuang demi bisa terus sekolah, berangkat dari keluarga yang sangat sederhana, tapi semangatnya luar biasa, bahkan menjadi inspirasi anak muda seusianya. Walaupun tak sedikit yang memandangnya 'sebelah mata'. Ya.. itulah hidup, bak roda berputar diatas dan dibawah, siapa sangka dia yang dulu hidup dengan kesahajaan, kini menjadi pengusaha. Ya, kan?

Gambar pinjem dari simbah Google.. :)
Oke, begini ceritanya. Anak ABG itu namanya Arul, tetanggaku, jarak rumahku hanya selisih 2 rumah dari rumahku. Lulus SD dia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP lantaran orangtuanya yang tak punya biasa. Keinginan dia untuk lanjut sekolah terpaksa pupus, dan dia harus membantu orangtuanya mencari uang untuk makan. Dia kerja serabutan, membantu pedagang di pasar Kesesi untuk berjualan, salah satu dagangan yang dia jual adalah telur asin. Ketekunannya itu lhoo yang patut dicontoh, dia sama sekali tidak malu, tapi pernah aku tanya, katanya dia nggak malu karena nggak punya uang, tetapi malu karena nggak bisa sekolah, dia pengen seperti teman-teman yang lain yang bisa sekolah dengan tanpa kendala biaya.

Dua tahun berlalu, memang usia dia belum terlambat untuk melanjutkan sekolah ke SMP, tapi karena dia harus membagi waktunya, akhirnya dia melanjutkan sekolahnya dengan mengambil kejar paket-C. Ini artinya dia bisa sekolah juga bisa bekerja. Saat sekolah, dia sangat bersungguh-sungguh, begitu pula saat dia bekerja,. Ternyata, sembari berjualan, dia juga diajarin cara membuat telur asin oleh produsen telur asin di desa Kesesi.

Lulus dari kejar paket-C, dia dipinjami modal oleh seseorang yang sangat baik dengannya. Puji syukur, dia bisa praktek membuat telur asin sendiri. Membeli telur mentah dari peternaknya langsung di Petarukan Pemalang, dia mulai bisnis telur asin, belajar menjadi produsen dan mendistribusikannya ke warung-warung makanan. Dengan modal awal yang sedikit, Alhamdulillah kini usahanya mulai berkembang, hasil ketekunan dan keuletannya yang selalu semangat itulah yang membuat dia kini bisa menjadi pribadi mandiri, menjadi pengusaha telur asin, dulunya dia hanya menjual telur asin untuk sekolah dia, sekarang dia bisa menjadi pengusaha telur asin dan penghasilannya bisa membantu orangtua untuk membiayai adiknya sekolah. Sungguh luar biasa, aku sendiri melihat dia rajin Ibadah, patuh dan taat kepada orangtua, menerima apa adanya keadaan keluarganya, bersosialisasi dengan baik pula, bahkan dia dipercaya untuk mengajar ngaji anak-anak kecil di desaku. Jaman sekarang masih ada ABG yang seperti dia itu sangat luar biasa,  karena mengingat jaman sekarang sangat jarang anak ABG yang mau bersikap bijak seperti dia, dia memang hebat! Cerita ABG ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca semua, kalau sekecil dan sesedikit apapun yang kita punyai, bila kita terus berusaha menjadikannya besar dan banyak, disertai doa tulus dan sungguh-sungguh, niscaya kita akan menuai hasilnya. MAN JADDA WA JADA!!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)