Teguran Allah untuk Aby

Sejak subuh Semarang diguyur hujan. Hingga jam 6 pagi saat Aby sudah siap untuk berangkat ke Ungaran pun hujan tak kunjung reda.
Aku : "By.. berangkatnya nunggu hujan reda aja, ya?"
Aby : "Nggak lah, My.. ini udah hampir jam 7, mungkin ntar di daerah Gunung Pati nggak hujan.  Aby berangkat ya.. doain aja biar selamat".
Aku : "Yaudah kalo gitu hati2 ya, By.. nggak usah ngebut karena jalannya licin".
Aby : "Siap, My!"
Sebenarnya dengan berat hati aku merelakan Aby berangkat ngajar hari ini. Bukan karena aku gak mengijinkan Aby kerja akan tetapi entah kenapa perasaan pagi tadi itu beda banget. Tapi ya tugas seorang istri di rumah untuk selalu berdoa dan berpositif thinking ketika suami sedang dalam perjalanan. Mengingat perjalanan dari Ngaliyan ke Ungaran itu tidak dekat.
*********



Sekitar jam 11.24 wib Aby sms aku. "My.. udah makan? Bidadari kita lagi apa? Aku pengen oseng kacang, nanti pulang tak sekalian belanja ke pasar ya, buat nanti buka puasa. Trus dimasakin Umy, ya...". Lalu aku membalas sms Aby "Noofa lagi bubuk, Iya nanti aku masak oseng kacang, pulang jam berapa? Hati2 ya...".
**********
(Jam 13.15 wib)
Aku gelisah banget. Tumben Aby belum nyampe rumah. Biasanya kan sampe rumah jam 12.30wib. Aku berusaha tenang dan berpikir positif, ohh ini kan hari senin, mungkin tadi pagi upacara bendera jadi pulang telat, tapi ini kan hujan? Kayanya gak mungkin deh kalo upacara. Begitulah gundah dalam hatiku. Noofa juga nggak mau lepas, manjaaaa banget siang tadi.
Tak lama kemudian ada suara motor Vega berhenti di depan rumah, hatiku tenang karena pertanda Aby sudah pulang. Tapi setelah aku lihat Aby berjalan dengan pincang dan kesakitan, hatiku sedih nggak karuan.
    "Kenapa, By?"
    "Jatuh tadi nambrak motor"
    "Lho? Kok bisa? Dimana?"
    "Ada orang mau belok gak pake reting, di Pasadena"
    "Terus? Yang sakit mana aja? Tak beli bedak pusaka, priksa aja ya!"
    "Nggak usah, pijit aja"
    "Yaudah tak cari bedak dulu buat baluran"
Aku mencari bedak pusaka, untungnya bedak sisa pasca melahirkan dulu masih ada 2 bungkus yang masih utuh. Jadi aku gak usah beli ke warung. Bedak mujarab namanya, biasanya dipake untuk pijat urat yang terkilir. Aku memang tidak pintar memijat, tapi pengalaman kecelakaanku dulu yang membuat aku bisa, yaa paling tidak untuk pertolongan pertama dan untuk mengendorkan urat-urat yang mulai meregang dan memar. Supaya kaki Aby tidak bengkak. Walhasil Alhamdulillah kaki kiri Aby yang terluka dan bengkak sekarang sudah mulai berkurang bengkaknya dan sudah bisa ditekuk-tekut. Artinya kaki kiri Aby sudah tidak kaku lagi, sudah lemes dan ketika berjalan sudah tidak begitu pincang.
Tidak ingin menyalahkan orang lain. Aku anggap ini teguran Allah untuk Aby supaya lebih berhati-hati ketika mengendarai motor. Tidak ngebut karena takut terlambat. Dan waspada jalanan licin ketika sedang hujan. Selain itu untuk pelajaran supaya lebih hati-hati lagi juga Allah memberi kesempatan Aby untuk bisa istirahat di rumah. Lebih bisa lebih lama berkumpul denganku dan Noofa. Aby memang tipe pekerja keras. Kerja dari pagi hingga larut malam. Memang yang namanya musibah tak pandang bulu. Bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Sampai postingan ini dipublish, kaki Aby masih agak bengkak dan masih aku olesin minyak GPU supaya urat-uratnya kendor dan tidak tegang. Masih istirahat sambil bermain dengan Noofa. Malahan tadi Aby bilang supaya cepat sembuh dan besok harus berangkat ngajar nggak mau ijin. Hmm..
Semoga cepat sembuh ya, By..
Aku nggak apa-apa kok motorku setangnya mencong dan lecet, yang penting Abynya gak kenapa-napa. Motor kan bisa dibenerin di Bengkel. Ya 'kan? Lain kali hati-hati. Umy dan Noofa sayang Aby.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)