Ketika Maut Menjemput

Tak ada banyak kata yang bisa aku tulis disini, karena pedih rasa hati bila tersadar bahwa kini kau telah tiada, seorang teman lama yang baik, sosok sahabat yang solid kini telah tiada, dipanggil Tuhan yang Maha Kuasa. setelah sebulan lamanya berjuang melawan penyakit jantungnya, rasa sakitnya menjadi peluntur dosa-dosa yang pernah ia lakukan selama hidupnya, Oh Tuhan.. sedih rasa hati ini, rasa tak percaya jika dia akan pergi diusianya yang masih muda, tapi inilah kehendak-Mu dan pasti inilah yang terbaik untuk dirinya.

 
Selamat jalan, Koko... :(
 


Ketika maut menjemput, tak ada lagi kesempatan untuknya hidup, lampu terang menjadi redup, senyum manis pun kini terasa kecut.

Selamat jalan, sahabat! Semoga kamu tenang di alammu yang sekarang, hanya doa yang senantiasa bisa aku lakukan, aku dan teman-teman sungguh sangat kehilangan.

Koko, begitu sapaan akrab teman-teman memanggilnya, kisah dan ceritamu menjadi kenangan, candaanmu, tawamu, ketusmu, marahmu, dan semua tentangmu kini hanya terpatri indah di ingatan. Kami tak akan melupakanmu, kawan.. Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un.. Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)